Politik dan Pemerintahan

Demo BBM, “Kami tak Mampu Lagi Membeli Susu”

Demo BBM, "Kami tak Mampu Lagi Membeli Susu"
Heince Pesik menyerahkan susu kemasan kepada ketua deprov Meiva Lintang sebagai simbol penderitaan rakyat (foto beritamanado)

Manado – “Jika harga BBM naik maka pasti akan diikuti kenaikkan harga kebutuhan hidup. Harga makanan ternak juga pasti naik, maka pasti kami sebagai peternak akan mengalami kesulitan besar dan kami pasti kolaps,” teriak Heince Pesik, mahasiswa Fakultas Peternakan Unsrat yang mengaku juga sebagai peternak kecil-kecilan saat demo menolak rencana kenaiikan harga BBM di kantor DPRD Sulut, Selasa (27/3) siang.

Heince yang bergabung dengan kelompok Aliansi Mahasiswa Peduli Bangsa (AMPB) tak henti-hentinya berteriak menolak kenaikkan harga BBM. Bahkan terikan Heince berhasil menghipnotis ratusan pendemo lainnya berteriak lantang.

“Konsumsi daging masyarakat Indonesia masih dibawah rata-rata konsumsi daging negara lain. Jika harga pakan ternak naik maka akan semakin mempersulit warga untuk makan daging karena pasti harganya akan semakin melambung. Orang tuapun pasti tidak mampu membeli susu untuk anak-anak mereka,” ujar Heince yang mendapat sorakan dari teman-temannya.

Secara simbolis Heince didampingi mahasiswa lainnya menyerahkan satu bungkus susu kemasan kepada anggota DPRD yang diterima langsung ketua deprov Meiva Lintang. “Jika harga BBM naik, jangan heran nanti jika kami tak mampu lagi membeli susu seperti ini,” tukas mahasiswa. (jerry)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara