“Terdapat dua intervensi yang dapat dilakukan sebagai kontrol perilaku. Pertama, perlu adanya mitigasi melalui program kesehatan mental terkait perilaku kuliner secara online. Dan yang kedua, diperlukan adanya intervensi informasi gizi pada aplikasi online yang dikaitkan dengan informasi kesehatan mental seperti pengaruh makanan terhadap kestabilan hormon,” papar Dr Ray.
Health Collaborative Center (HCC) sendiri merupakan wadah promosi dan advokasi kesehatan non-profit di Indonesia dalam bidang kesehatan masyarakat dan kedokteran komunitas.
Didirikan sejak Juni 2019 oleh praktisi kesehatan kerja dan industri lulusan dari Fakultas Kedokteran UNSRAT dan Doktor Ilmu Kedokteran dari FKUI, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK.
HCC fokus pada kajian ilmiah, riset dan edukasi maupun promosi kesehatan di bidang nutrisi, kesehatan kerja, kesehatan ibu dan anak serta kedokteran komunitas.
Untuk menjangkau kaum millennial, HCC juga menggunakan platform sosial media dengan inisiatif #SEHATINDONESIA.
(***/srisurya)
