
Manado, BeritaManado.com – Memperingati Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada Rabu (4/2/2026), RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado mengambil langkah proaktif dengan menggelar edukasi kesehatan bertajuk “Mengenal Secara Dini Kanker pada Anak”.
Kegiatan ini menyasar langsung para orang tua dan pengunjung di ruang tunggu Pusat Kanker Estela.
Menghadirkan pakar kesehatan anak, Prof Dr dr Max Frans Josep Mantik, Sp.A(K), sosialisasi ini menekankan satu pesan utama, yakni deteksi dini adalah penentu hidup mati bagi pasien kanker anak.
Dalam pemaparannya, Prof Mantik mengingatkan para orang tua untuk tidak abai terhadap perubahan fisik sekecil apa pun pada buah hati mereka.
Beberapa gejala yang patut dicurigai antara lain penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, demam berkepanjangan, hingga munculnya benjolan yang tidak wajar.
“Orang tua harus peka. Jika anak terlihat pucat, mudah lelah, atau sering mengeluh nyeri dalam waktu lama, segera lakukan pemeriksaan medis. Semakin cepat ditangani, peluang kesembuhannya akan jauh lebih besar,” tegas Prof. Mantik.
Kegiatan yang dipandu oleh Christian Modeong, S.I.Kom ini berlangsung interaktif di tengah kesibukan area pelayanan gedung Estela.
Para keluarga pasien tampak antusias menyimak tips pencegahan dan penanganan medis yang tepat agar tidak terjebak pada pengobatan alternatif yang justru berisiko memperburuk kondisi anak.
Kepala Instalasi Promosi Kesehatan (Promkes) RSUP Kandou, Ruslianto Urendeng, SH, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan yang diusung oleh Direktur Utama RSUP Kandou, Prof Dr dr Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS.
“Direksi sangat konsisten mendorong program edukasi yang berorientasi pada pencegahan. Dukungan pimpinan ini sangat penting agar kami bisa terus menjangkau masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Ruslianto.
Melalui momentum Hari Kanker Sedunia ini, RSUP Kandou menegaskan kembali komitmennya untuk tidak hanya menjadi pusat pengobatan, tetapi juga garda terdepan dalam literasi kesehatan kanker, demi melindungi generasi penerus bangsa dari ancaman kanker sejak dini.
(***/jenlywenur)
