
Penulis: JenlyWenur | Manado
Ada yang berbeda dari suasana di RSUP Kandou pada Selasa (14/4/2026).
Direktur Utama, Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, M.Kes, kembali terlihat menyisir setiap sudut rumah sakit.
Namun, agenda telusur atau “turun lapangan” kali ini bukan sekadar mengecek mutu layanan dan peralatan medis, melainkan fokus pada hal yang sering dianggap sepele tapi krusial, yakni estetika dan kenyamanan.
Bagi Prof. Starry, kesembuhan pasien tidak hanya datang dari obat, tapi juga dari lingkungan yang mendukung.
Ia pun tak ragu menunjuk beberapa area yang dianggap kurang tertata.
Lahan-lahan kosong yang selama ini terabaikan diinstruksikannya untuk segera disulap menjadi taman bunga.
Tujuannya sederhana namun bermakna, yakni membuat RSUP Kandou terasa lebih asri dan menenangkan bagi siapa saja yang datang.
Sentuhan Personal dan Gotong Royong
Tak hanya soal tanaman, dinding-dinding bangunan yang mulai kusam pun tak luput dari perhatian.
Menariknya, Prof. Starry mengajak para pegawai untuk terlibat langsung dalam pengecatan ulang.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, ia ingin memupuk rasa memiliki (sense of belonging) di hati setiap karyawan terhadap rumah sakit tempat mereka mengabdi.
Sambil berkeliling didampingi Dr Erwin Sondang Siagian, SSTP, MSi, dan dr. Wega Sukanto, Sp.B.TKV,(K), Dirut juga menyoroti masalah teknis pada bangunan tua, seperti risiko rembesan air saat musim hujan.
Baginya, pemeliharaan bangunan adalah komitmen tanpa henti demi kenyamanan pelayanan.
Memudahkan Akses Pasien
Salah satu poin penting dalam tinjauan ini adalah kemudahan akses bagi pasien.
Prof. Starry meminta setiap ruangan diberi penanda atau nama yang jelas agar pasien tidak kebingungan.
Khusus di Gedung Cardiovascular and Brain Center (CVBC), ia turun tangan langsung mengatur alur pelayanan agar lebih praktis.
“RS Kandou harus berubah, Kandou harus jadi yang terbaik karena kita adalah rumah sakit rujukan,” tegasnya penuh semangat di hadapan jajaran pejabat yang hadir.
Pelayanan yang Humanis
Di tengah kesibukannya mengecek infrastruktur, Prof. Starry tetap meluangkan waktu untuk berhenti sejenak, menyapa pasien yang sedang menunggu, serta berbincang hangat dengan para perawat dan dokter.
