Ratahan – Warga masyarakat di Desa Tambelang, Touluaan Selatan (TouSel) Minahasa Tenggara (Mitra), mengeluhkan pelayanan pendidikan di SMP Negeri 2 Touluaan.
Pasalnya dikatakan warga, aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut tidak sejalan dengan program pemerintah saat ini yaitu tahun disiplin, tahun perjuangan dan tahun WTP.
“Satu minggu sering hanya ada dua hari siswa dapat pelayanan kegiatan belajar mengajar dari para guru. Selebihnya tidak ada. Makanya anak-anak di sekolah ini yang jumlah sekitar 70-an karap terabaikan,” ujar Sapel Liwan, tokoh masyarakat setempat kepada BeritaManado.com, Minggu (30/3/2014).
Kondisi ini sendiri selain disebabkan oleh kelalaian dari para guru, lanjut Liwan juga karena keterbatasan tenaga pengajar. Dimana hanya tiga orang guru yang bertugas di sekolah tersebut, itu pun sudah termasuk kepala sekolah.
“Kepsek tinggal di Touluaan, dan para guru dari Tomohon dan Langowan. Karena mereka tidak tinggal dan menetap di Desa Tambelang, makanya pelayanan di sekolah tidak berjalan sebagaimana mestinya,” tutur Liwan.
Dikatakannya, persoalan ini sudah berlangsung lama dan hingga kini tak mendapat perhatian dari pemerintah. “Kami harap Pemkab Mitra melalui dinas terkait segera memperhatikan kondisi di sekolah tersebut, sehingga pelayanan pendidikan dan tenaga pengajar semakin baik lagi kedepannya,” tukasnya. *
