
Peliput: Jhonli Kaletuang l Manado
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, memastikan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulut akan mulai menerapkan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH).
Kebijakan ini bukan tanpa alasan.
Langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap potensi krisis energi global yang dipicu memanasnya konflik di Timur Tengah.
Dalam arahannya, Gubernur yang akrab disapa YSK itu menegaskan bahwa WFH akan diberlakukan dua hari dalam sepekan.
Sementara itu, 50 persen ASN tetap bertugas di kantor untuk menjaga stabilitas pelayanan publik. Namun, ia mengingatkan keras agar kebijakan ini tidak disalahartikan.
“WFH itu bekerja dari rumah, bukan cuti. Lupakan suasana libur kemarin, sekarang saatnya kembali fokus. Jangan sampai pelayanan ke masyarakat terganggu,” tegasnya.
Tak hanya itu, Yulius juga memastikan bahwa kinerja ASN akan tetap diawasi secara ketat.
Ia menekankan bahwa masyarakat ikut memantau, sehingga tidak boleh ada kesan aparatur negara bermalas-malasan saat bekerja dari rumah.
Kebijakan WFH ini merupakan bagian dari upaya penghematan energi yang dicanangkan pemerintah pusat.
Gubernur mengajak seluruh jajaran ASN untuk lebih peka terhadap situasi global, khususnya dalam penggunaan bahan bakar dan listrik.
“Matikan lampu dan listrik yang tidak digunakan. Jangan ada pemborosan,” ujarnya.
Sebagai bentuk pengawasan, Inspektorat dan Satpol PP akan diterjunkan melakukan patroli setelah jam kerja guna memastikan tidak ada energi yang terbuang sia-sia di perkantoran.
Menariknya, aturan berbeda berlaku bagi pejabat tinggi.
Gubernur menegaskan bahwa pejabat Eselon II tetap wajib masuk kantor setiap hari kerja.
“Eselon II harus tetap di kantor. Itu risiko jabatan. Kalau tidak siap, silakan mundur banyak yang siap menggantikan,” tegasnya.
