
Penulis: Tim Redaksi
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus ingin Tomohon International Flower Festival (TIFF) tidak berhenti sebagai festival bunga tahunan.
Di balik kemeriahan Tournament of Flowers (ToF) 2026, Yulius melihat peluang yang lebih besar untuk mengangkat pariwisata, agrowisata, ekonomi kreatif, investasi hingga diplomasi budaya Sulawesi Utara.
Pesan tersebut disampaikan Yulius saat memberikan sambutan pada Tournament of Flowers TIFF 2026 di Panggung Utama Menara Alfa Omega, Kota Tomohon, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Yulius, TIFF merupakan momentum untuk memperkenalkan kekayaan flora sekaligus potensi daerah kepada dunia.
“Melalui festival ini, kita tidak hanya mempertontonkan keindahan dan keberagaman flora, tetapi juga membuka peluang investasi baru, mempromosikan potensi agrowisata unggulan, serta mempererat persahabatan dan diplomasi budaya antarnegara,” kata Yulius.
Yulius: TIFF Harus Terus Berkembang
Yulius berharap TIFF tidak hanya berlangsung secara rutin, tetapi terus berkembang menjadi festival yang semakin besar.
Ia meminta dukungan terhadap main event maupun side event TIFF agar penyelenggaraannya dapat terus berlanjut dan semakin kuat.
Targetnya jelas: TIFF menjadi ikon kebanggaan Kota Tomohon, Sulawesi Utara hingga Indonesia di kancah dunia.
Harapan tersebut sejalan dengan posisi TIFF 2026 yang kembali masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Tahun ini merupakan edisi ke-14 TIFF dan berlangsung pada momentum Agustus, berdekatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
TIFF 2026 juga membawa semangat tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
“Collaboration of Spirit” dan Kekuatan Mapalus
Yulius menilai kekuatan TIFF 2026 terletak pada kolaborasi.
Tema “Collaboration of Spirit” menekankan sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku seni, sektor swasta, UMKM dan media.
Dalam konteks Tomohon dan Sulawesi Utara, kolaborasi tersebut juga diterjemahkan melalui nilai Mapalus atau gotong royong.
Menurut Yulius, Mapalus dapat menjadi jembatan budaya yang menghubungkan tradisi lokal dengan kancah internasional.
Bukan hanya aspek budaya yang menjadi perhatian.
Yulius juga menegaskan pentingnya semangat hijau untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan kelestarian ekosistem Kota Tomohon sebagai Kota Bunga sekaligus salah satu produsen bunga utama di Sulawesi Utara.
Dari Tomohon untuk Dunia
Bagi Yulius, kekuatan TIFF terletak pada kemampuannya mempertemukan berbagai kepentingan dalam satu panggung.
Festival bunga menjadi ruang bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkenalkan potensi daerah, sekaligus membuka peluang ekonomi dan memperkuat hubungan dengan dunia internasional.
Karena itu, Yulius berharap TIFF terus dirawat melalui semangat kebersamaan.
“Semoga TIFF selalu berkesan, menjadi festival yang dinanti-nantikan,” demikian pesan yang disampaikan dalam penutup sambutannya.
Dengan visi tersebut, TIFF bagi Yulius bukan semata-mata tentang parade bunga.
Festival ini diproyeksikan menjadi panggung untuk mempertemukan budaya lokal, pariwisata, agrowisata, ekonomi kreatif, investasi dan diplomasi budaya—dari Tomohon untuk Indonesia dan dunia.
