Politik dan Pemerintahan

GTI Sulut : Pernyataan JOKOWI ‘Tumbalkan’ Rakyat

Manado – Kebakaran hutan yang masih terjadi sampai sekarang ini sangat mengganggu aktifitas rakyat yang terkena musibah ini, Kejadiaan ini membuat presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara yang menyudutkan warga yang ada.

Hai ini membuat Wakil Ketua Garda Tipikor Indonesia (GTI) DPD Sulut, Stefan Runtukahu gerah lalu mengatakan Pernyataan Presiden Jokowi tentang Budaya Sebagian Masyarakat Indonesia membuka Lahan dengan Membakar Hutan adalah Menyesatkan dan mengkambing hitamkan masyarakat Indonesia.

“Padahal kebakaran hutan di Indonesia adalah Murni karena cuaca dan lambatnya Penanganan Pemerintah dalam penanggulangan kebakaran dmn lebih dari 2000 Hot Spot di Indonesia bahkan sudah Meluas di Jawa ( Gunung Slamet, Gunung Welirang, G Lawu dll) , Sulawesi Tengah , NTB (G Rinjani) sebagian besar hutan Kalimantan dan Sumatera, Sulawesi Utara dan bahkan lahan Perkebunan Kelapa sawitpun terbakar dan lahan BUMN Perhutani juga terbakar,” ujarnya.

Harusnya pemerintah tidak menyalahkan masyarakat apalagi masyarakatlah yang paling menderita akibat kabut asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan tersbut seperti penyakit ISPA, dll..

Pemerintah harus segera melakukan pencegahan dini dan penanggulangan lebih cepat terhadap kebakaran hutan tersebut. Jangan menyalahkan rakyat kecil, lalu menangkap mereka yang tidak bersalah? Presiden jangan terlalu sibuk dengan urusan pencitraan saja. Masyarakat butuh pertolongan segera.

“Apa masuk akal hutan lindung , kebun kelapa sawit dan lahan Perhutani dibakar Pemiliknya? Sebaiknya Presiden, Kementerian terkait memikirkan dan mencari jalan keluar secepatnya untuk penanggulangan kebakaran hutan tersebut, jangan malah dijadikan lahan proyek,” tutupnya. (risat)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara