Berita Utama

Golkar-Gerindra Berpotensi Geser PDIP dan Demokrat

DPRD MinselAmurang – Kursi pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minahasa Selatan periode 2009-2014 yang kini ‘dikuasai’ Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berpotensi digeser Partai Golkar. Begitu pun dengan posisi wakil ketua yang saat ini dipegang Partai Demokrat (PG) oleh Parta Gerindra.

Dari rangkuman di lapangan serta masukan dari para pengamat politik dan juga para tokoh masyarakat mengindikasikan hal tersebut bakal terwujud. Dari 5 Daerah Pemilihan (Dapil) di 17 Kecamatan, Partai Golkar dan PDI-P menempatkan caleg yang diprediksi mampu merebut satu kursi di DPRD Minsel, bahkan di beberapa Dapil bisa lebih.

Kendati demikian, kedua partai ini baik PG dan PDI-P kemungkinan besar meraih 6 dari 30 kursi DPRD, bisa bertambah satu kursi jika nantinya ada perubahan konstelasi. Beringin (Partai Golkar, red) lebih berpotensi menambah kursi jika dibandingkan dengan Banteng Moncong Putih (PDI Perjuangan, red). Jika ini benar terjadi, kursi Ketua DPRD Minsel periode 2009-2014 yang kini dipagang PDI Perjuangan akan beralih ke Partai Golkar.

Hal yang sama dialami Partai Demokrat dimana terancam digeser Partai Gerindra. Prediksi perolehan suara di masing-masing Dapil, Partai Demokrat kemungkinan besar meraih jatah 4 kursi sementara Gerindra bisa 5 kursi mempertimbangkan . kekuatan maupun figur caleg. Prediksi lain untuk jatah kursi berpeluang direbut Partai Hanura dan PKPI dengan masing-masing 2 kursi, sedangkan PAN bakal mati-matian merebut 1 kursi.

Sedangkan untuk kursi tersisa tetap akan diperebutkan oleh parpol lain seperti Partai Nasdem yang diprediksi mampu meraih satu kursi. “Persaingan masih cukup ketat, tidak menutup kemungkinan akan muncul caleg-caleg di luar dugaan mampu meraih suara signifikan. Kita bisa saja memperdiksi caleg yang kemungkinan meraih kursi. Tapi bisa juga ada caleg yang akan bikin kejuatan dengan meraih suara signifikan,” ungkap Ari Pasla, salah satu tokoh masyarakat Minsel.

Hal yang sama diutarakan Ferry Liando, dimana menurut pengamat politik dan pemerintahan ini segala kemungkinan masih bisa terjadi. “Memang tidak menutup kemungkinan akan muncul nama-nama lainya,” ungkap salah satu dosen Universitas Sam Ratulangi Manado. (Sanly Lendongan)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara