
Bitung – Usai pedagang Pasar Pinasungkulan Sagerat dan Forum Aspirasi Masyarakat Girian Weru Satu mendatangi kantor DPRD beberapa hari lalu, Kamis (11/4) siang giliran ratusan buruh mendatangi gedung kerucut tersebut.
Kedatangan ratusan buruh yang tergabung dalam organisasi SBSI Kota Bitung ini bertujuan menyampaikan masalah persoalan buruh yang belum juga ditanggapi DPRD.
“Kami sudah tiga kali datang ke DPRD untuk menyampaikan masalah persoalan buruh tapi sayang hingga kini belum juga ada tindaklanjut,” kata salah perwakilan buruh, Roby Supit.
Ia sendiri mengaku tidak habis pikir kenapa aspirasi yang mereka sampaikan ke DPRD tidak ditindaklanjuti. Padahal ketika mereka memasukkan aspirasi, para anggota DPRD berjanji untuk segera memanggil pihak-pihak yang diadukan SBSI.
“Untuk itu kami datang kembali untuk meminta ketegasan soal aspirasi yang telah kami masukkan,” katanya.
Adapun pernyataan sikap SBSI Kota Bitung dalam aksi damai ini adalah mendesak walikota untuk meninjau ijin operasional PT Delat Pasifik Indotuna apabila perjanjian kerja bersama serta hak normatif buruh tidak direalisasikan seperti pensiun, meninggal dan lain-lain. Mendesak pimpinan PT International Alliance Food Indonesia untuk mempekerjakan seluruh karyawan yang direkrut dari perusahaan jasa tenaga kerja dengan masa kerja terhitung sejak karyawan masuk kerja di perusahaan jasa PT Berkat Anugerah Sulut sesuai pasal 65,66 UU Nomor 13 tahun 2013 dan stop penggunaan istilah tenaga kerja bantu dalam hubungan industrial.
“Selain itu kamu juga mempertanyakan kelangkaan LPG di Kota Bitung dan mendesak menteri BUMN meninjau jabatan Kadepot Kota Bitung karena sering terjadi kelangkaan BBM jenis solar dan gas LPG,” katanya.
Sementara itu, sebelum ke kantor DPRD, aksi para buruh ini mendatangi sejumlah perusahaan yang dianggap bermasalah dan Depot Pertamina Kota Bitung. Kedatangan para buruh ini diterima anggota DPRD, Nurdin Duke di ruangan paripurna.(enk)
