
Peliput: Jhonli Kaletuang l Manado
Kelangkaan gas LPG 3 kilogram kembali menjadi persoalan klasik yang dikeluhkan masyarakat.
Kali ini, warga di Kecamatan Malalayang, Kota Manado, mengaku kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut dalam sepekan terakhir.
Regina, warga Kelurahan Malalayang Satu, mengungkapkan bahwa sudah hampir satu minggu dirinya tidak menemukan tabung gas LPG 3 kilogram di sejumlah pangkalan.
“Sudah satu minggu terakhir gas selalu kosong di mana-mana,” keluh Regina, Senin (16/3/2026).
Ia mengatakan, gas LPG 3 kilogram merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat untuk memasak sehari-hari.
Karena itu, kelangkaan ini sangat menyulitkan warga.
“Kalau gas 3 kilogram seperti ditelan bumi, kami harus masak pakai apa? Untuk kebutuhan sehari-hari kami sangat bergantung pada gas ini,” tambahnya.
Regina juga mengaku heran karena beberapa pangkalan yang didatanginya selalu dalam kondisi kosong.
“Tidak tahu apakah memang stoknya habis atau sengaja disimpan,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan Ita, warga Malalayang lainnya.
Ia mengaku harus berkeliling mencari gas LPG 3 kilogram, namun hasilnya nihil.
“Seharian saya cari gas 3 kilogram, tapi semua pangkalan kosong,” ujarnya.
Warga berharap kondisi ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Manado agar distribusi gas LPG 3 kilogram kembali normal dan tidak langka.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di sejumlah pangkalan di wilayah Malalayang, stok gas LPG 3 kilogram memang kosong.
Bahkan, ada pangkalan yang baru menerima pasokan sehari sebelumnya, namun keesokan harinya stok sudah habis.
Di sisi lain, ditemukan pula ada warung yang menjual gas LPG 3 kilogram dengan harga mencapai Rp25.000 per tabung, lebih tinggi dari harga biasanya.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan distribusi LPG 3 kilogram di wilayah Sulawesi Utara terus berjalan dan dipantau secara intensif guna memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya rumah tangga dan pelaku usaha mikro.
