
Bitung, BeritaManado.com – Puluhan crew KMP Tude menggelar aksi mogok beroperasi, Rabu (23/12/2020) pagi.
Akibatnya, puluhan kendaraan bermotor baik itu roda dua, empat dan enam urung menyeberang ke Pulau Lembeh serta memilih parkir di dermaga 1 PT ASDP Ferry Indonesia (Persero) cabang Kota Bitung.
Aksi mogok itu dilakoni crue KMP Tude sebagai bentuk protes terhadap pihak pengelola, PD Bangun Bitung karena Tunjangan Hari Raya (THR) tak kunjung dibayar.
“Kami dapat informasi THR akan diterima pada bulan Januari 2021. Kalau betul nanti dibayar bulan Januari, itu bukan lagi THR namanya karena diberikan bukan di hari raya,” kata Nahkoda KMP Tude, Jemmi Balo.
Jemmi berharap pihak PD Bangun Bitung bisa segera merealisasikan THR sebelum tanggal 25 Desember 2020 dan tidak menunda hingga bulan Januari 2021.
“Selama ini kami sudah bekerja menjalankan tugas, nah kami hanya minta THR dibayar sebelum hari raya Natal,” katanya.
Tuntutan tetap membayar THR sebelum tanggal 25 Desember 2020 bukan tanpa sebab, karena menurut Jemmi, jajaran direksi PD Bangun Bitung masa tugasnya berakhir tanggal 12 Januari 2021.
“Itu hak kami. Kami akan operasikan kapal kalau hak kami sudah diserahkan, untuk makan istri dan anak-anak. Apalagi momen perayaan Natal,” tandasnya.
Dari informasi salah crue, tahun-tahun sebelumnya pihaknya menerima THR satu minggu sebelum hari raya Natal dan tidak pernah terlambat.
Contohnya Desember 2019, semua crue mendapat THR dalam bentuk minuman yakni bir dan minuman bersoda serta uang.
“Kami tidak habis pikir kenapa tahun ini THR harus ditunda sampai tahun depan, padahal setiap hari kami tetap bekerja melayani penyebrangan,” katanya.
Sementara itu, KMP Tude sendiri memiliki 13 orang crew dan sudah termasuk satu orang nahkoda yang setiap hari melayani 14 trip ke Pulau Lembeh.
Dan KMP Tude beroperasi mulai pukul 07.30 Wita Bitung-Lembeh, 09.00 Wita Lembeh-Bitung, 11.00 Wita Bitung-Lembeh, 12.30 Wita Lembeh-Bitung, 14.00 Wita Bitung-Lembeh dan 16.00 Wita Lembeh-Bitung.
(abinenobm)
