BITUNG—Gabungan Pengusaha Konstruksi Indinesia (Gapensi) Kota Bitung mengingatkan Pemkot Bitung agar selektif dalam memberikan pekerjaan kepada kontraktor. Pasalnya saat ini sejumlah proyek fisik dan pengadaan barang di Kota Bitung disinyalir banyak dikerjakan oleh kontraktor dadakan yang tidak memiliki perusahaan sendiri atau tepatnya hanya perusahaan pinjaman.
“Kami merasa prihatin dengan maraknya proyek yang hanya dikerjakan oleh kontraktor yang hanya meminjam perusahaan dan praktek pinjam perusahaan para kontraktor dadakan yang mengerjakan proyek-proyek di Kota Bitung telah berlangsung cukup lama,” kata Ketua Gapensi Kota Bitung, Jacky Tomuka.
Menurut Tomuka, tak jarang terjadi persoalan antara pemilik perusahaan dan kontraktor yang meminjam perusahaan sehingga berujung tidak dikerjakannya secara baik proyek-proyek yang dibiayai oleh uang negara tersebut. Karena menurutnya, jika terjadi persoalan atau penyimpangan dalam pengerjaan proyek yang bertanggung jawab tentu adalah pemilik perusahaan.
“Tetapi disini (Bitung-red), sering terjadi proyek yang tidak dikerjakan dengan benar sesuai aturan dan bestek sehingga menimbulkan masalah. Ini akibat dikerjakan oleh orang-orang yang tidak professional yang tidak memiliki kemampuan dan pengalaman dalam mengerjakan proyek,” ujar Tomuka.
Untuk itu ia meminta Pemkot Bitung melalui unit-unity terkait untuk selektif dalam memberikan pekerjaan kepada para kontraktor. Apalagi jika diketahui kontraktor hanya menggunakan perusahaan pinjaman, maka perlu mendapat perhatian khusus.
“Dan sebagai Ketua Gapensi saya bermaksut akan merekomendasikan kepada Pemkot agar tidak memberikan pekerjaan kepada kontraktor yang hanya meminjam perusahaan,” katanya.
Lebih lanjut Tomuka mengatakan, setiap kontraktor seharusnya perusahaannnya terdaftar pada asosiasi konstruksi yang resmi dan memiliki sertifikasi karena sudah diakui oleh asosiasi yang bersangkutan. Dan hak tersebut harus diperhatikan sebab Gapensi bermaksut membantu pihak pemerintah agar tidak direpotkan dengan berbagai persoalan yang sebetulnya disebabkan oleh kontraktor yang tidak layak mengerjakan sebuah proyek.(en)
