Agama dan Pendidikan

Fisip Memanas, Dekan ‘ba Cakalele’

Manado – Apel KORPRI yang sudah menjadi sebuah keharusan bagi segenap jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia. Hal tersebut juga dilaksanakan oleh segenap staff pegawai dan dosen yang ada di lingkungan Fisip Unsrat.

Namun ada yang menarik dari apel yang dilaksanakan oleh Fakultas yang dihuni oleh pakar-pakar politik dan pemerintahan Sulawesi Utara (Sulut) hari Jumat (17/2) tersebut yakni hujan interupsi dari peserta apel.

Apel yang dipimpin langsung oleh Dekan Fisip Unsrat, DR. Jhony Lumolos, MSi ini dihujani interupsi oleh Prof. Patar Rumapea yang merupakan Dosen Jurusan Ilmu Administrasi. Interupsi tersebut dikarenakan sudah sekian lama tidak dilaksanakannya rapat Senat Fakultas atau forum semacamnya.

“Tidak ada yang salah kan ketika seseorang menginterupsi? Lagian interupsi saya pada saat apel adalah untuk mempertanyakan kenapa sampai saat ini Dekan selaku Ketua Senat Fakultas tidak pernah melaksanakan rapat,” papar Prof. Patar yang dikenal vokal ini.

Sayang seribu sayang interupsi dengan maksud yang baik ditanggapi berbeda oleh Dekan Fisip. Dimana langsung bereaksi, seakan menunjukan kekuasaannya di lingkungan Fisip. Bahkan sangat disayangkan seorang Dekan yang bergelar Doktor mengeluarkan beberapa kalimat yang berbau Sara dengan mengatakan bahwa dirinya adalah tou Minahasa. Hal ini seakan menunjukan kedikdayaannya terhadap Prof Patar Rumapea yang notabene dari Batak. (ik)

25 tanggapan untuk “Fisip Memanas, Dekan ‘ba Cakalele’”

  1. Layani org model bagini no name, ‘like the old man say’ MASIH LEBE BAGUS buang mutiara for b___. Jangan heran, karena memang cuma itu depe jago.

  2. Kalo ada bayaran mantap sekali evert.qta pasti stand bye trus for mo layani org biongo dgn provokator sama dgn ngana, apalagi kalo mo hantam org sama pang mangiri sama deng ngna, lebe senang sekali qta.. Wakakakakaka.. tong kosong = biongo = cocok

  3. @ no name, no name… gokil juga nih orang…. stand bye truss di sini, hantam…hajar ..kiri-kanan… Memang di bayar untuk komentar isini..
    MEMBELA YANG BAYAR…hihihixixixxi:d

  4. Bogo2 memang kita pe papa ini e… Sotau2 tu ketentuan sebagian besar itu tidak mempunyai landasan Dan argumentasi Hukum yng mencukupi untuk menopang agar diadakan point2 tersebut. Jadi secara otomatis kalau kita swbagai anak yg masih belajar melihat bahwa ini adalah kepentingannya Rektor.

  5. Butul tuh, barol unsrat, kiapa cape-cape penjaringan calon rektor Prof . Rumokoy sudah menang jadi Rektor Unsrat 2012-2016
    Pasal 20 Statuta Unsrat :
    (1) Senat UNSRAT dipimpin oleh seorang ketua dibantu sekretaris
    (2) Keanggotaan Senat terdiri atas :
    a. rektor dan Pembantu rektor
    b. dekan
    c. wakil dosen yang guru besar
    d. wakil dosen bukan guru besar
    e. ketua lembaga penelitian dan ketua lembaga pengabdian pada masyarakat.
    (3) perimbangan jumlah anggota senat dosen yang guru besar sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c. adalah proporsional terhadap jumlah dosen yang guru besar pada fakultas dengan ketentuan sebagai berikut :
    a. Fakultas yang memiliki 1 sampai 5 guru besar diwakili maksimal 2 guru besar
    b Fakultas yang memiliki 6 sampai 10 guru besar diwakili maksimal 3 guru besar.
    c. Fakultas yang memiliki 11 sampai 15 guru besar diwakili maksimal 4 guru besar
    d. Fakultas yang memiliki 16 atau lebih guru besar diwakili 5 guru besar
    (4) Anggota senat dosen bukan guru besar sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d diwakili oleh 2 orang dosen setiap fakultas.
    INI ANEH, BIASANYA ANGGOTA SENAT ITU SEMUA GURU BESAR DAN
    UTUSAN FAKULTAS (RUU 2012 PENDIDIKAN TINGGI)

  6. Lia jo , satu orang dengan banyak nama koment, hajar terus membabi buta,…sapa saja di hajar …….xixixixi

  7. torang p rektor mmg drg cinta sekali.lia jo topik soal dekan fisip ujung2 lari k rektor unsrat.so jelas kwa samua sapa2 yg nda senang p rektor.hehe

  8. Karena UNSRAT adalah lembaga yang menjunjung tinggi nilai-nilai ilmiah mungkin ada baiknya para dosen dan pengajar di UNSRAT membawa masalah ini kedalam forum debat secara ilmiah yang terbuka dihadapan masyarakat luas daripada cuma berdebat disini. Sehingga budaya kritis dan perdebatan secara ilmiah dapat ditunjukkan ke pada masyarakat luas berdasarkan data-data dan argumen-argumen yang bisa di pertanggung jawabkan. Dan tidak lupa juga, sebagaimana kalangan yang menjunjung nilai-nilai perdebatan ilmiah, maka tidak lupa pada akhirnya diharapkan pihak-pihak yang terlibat dalam perdebatan ilmiah tersebut nantinya dapat juga dengan lapang dada dan dengan logika yang benar menemukan dan mengakui kebenaran yang muncul dan menjalaninya secara bersama-sama pula. Meninggalkan yang salah. Menjunjung yang benar. Sekalipun itu berat. Itulah salah satu sikap ksatria…!!!

  9. For tong kosong yg nyaring bunyinya, sapa suruh ngoni melayani nda pake nama asli, akhirnya dapa lia pengecut samua. Coba bandingkan dgn media online yg lain. Yang lebe parah disini, serta pake nama asli sama deng Prof. Lucky, dll malah dihujat habis2an. Grap2 memang ngoni

  10. Sama halnya dgn tong kosong tetap kosong depe isi, seperti halnya provokator tetap provokator. Kebenaran selalu di pihak yg benar, biar mo goyang ksana kmari karena yg mengomentari negatif pasti mahasiswa bekas kena skors atau orang yg hampa nda dapa apa-apa di Unsrat.

  11. hmm so klar kwwa tu Pilrek ..mo ribut leyyy..capedehhhhh…..Selamat buat Rektor Unsrat 2012-2016….Prof .Rumokoy

  12. >>>Kepada Dosen Teknik!
    saya tidak campur dengan urusan adu argumen terkait Unsrat, tapi karena saya sempat membaca artikel ini dan saya sempat membaca beberapa komentar dalam artikel ini saya tertarik dengan pernyataan anda, dan saya sedikit mengutip komentar anda yg anda tulis bahwa: judul harus sesuai dengan isi….masa tou minahasa ba cakalele…..Cakalele itu dari Maluku…. Orang Minahasa itu Kabasaran…!!!
    saya usul lainkali anda harus lebih kritis untuk menyatakan pendapat di publik jangan menempatkan unsur etnis, tpi lihat makna sebenarnya dari tarian cakalele, yang dalam artikel ini dijadikan judul berita menurut saya ada yg tersirat didalamnya dan biasanya para jurnalis memang sering menggunakan kata kiasan tapi memiliki makna yg sangat mendalam, ini saya kutip pengertian tentang Cakelele:
    Tarian Cakalele adalah tarian perang yang saat ini lebih sering dipertunjukan untuk menyambut tamu agung maupun untuk acara yang bersifat adat. Para penari cakalele pria biasanya menggunakan parang dan salawaku sedangkan penari wanita menggunakan lenso (sapu tangan). Cakelele merupakan tarian tradisional khas Maluku.
    sebenarnya untuk menampilkan tarian ini tidaklah segampang yang orang kira. Yang jadi masalah adalah, orang-orang selalu mengatakan bahwa tarian ini adalah tarian perang..namun sebagian mengatakan bahwa tarian ini adalah tarian yang dipersembahkan kepada tamu agung yang datang berkunjung. Tapi disisi lain bahwa tarian ini juga adalah tarian pembuka aib..yang penjelasannya harus panjang lebar sehingga agak males kalo harus ditulis di sini. Hmmm..apa ada aib yang melekat pada para pejabat yang ada di sana? Semua tergantung sisi pandang yang melihat…
    jadi saya melihat tulisan ini benar2 sarat makna, saya tidak tau keadaan di Unsrat secara mendalam tapi kalau saya membaca komenter2 yg ada sepertinya di Unsrat akan ada perang, ada kehormatan pada penguasa dan ada harga diri yg dinjak-ijak dan lebih dari itu sepertinya ada aib yang ditutupi oleh sebagian orang dan ada lagi yang mau membongkar aib itu…
    maaf, sudah ikut menanggapi… mungkin kurang tepat penilaian saya, tpi saya membaca suasana itu ada di Kampus Unsrat…
    wassalam.

  13. Kelihatan kwalitas doktor yang bajakan. Dari sisi mental tidak mampu mengakomodir semua interest yang ada di kampus. Belum lagi itu skandal2 akademik yang kemungkinan besar diketahui oleh dekan, seperti penjualan paket proposal skripsi… Hhhmmm.. Inikah exelen faculty

  14. Kalo kita lia-lia komentar di sini ttg unsrat , orang-orang yg pro rektor selalu menuduh koment yg berlawanan dari TIM 10, DAN ORANGNYA ITU-ITU SAJA BIARPUN PAKE NAMA BANYAK… kiapa bagitu, apa ada tim yang di suruh menjawab setiap koment.. wkwkwkkkwwkk

  15. @Waraney: Cuma dengar2 to…mar itu dari sumber yang kuat…torang khan sesama dosen so baku tau brur…., btw, kita bukang Fabian…

  16. Bagaimana bisa kalau hanya berdasarkan desas-desus, isu, mungkin, semua itu tentu ongkos alias omong kosong, dan pastinya lebih dari 10 orang karena dorang itu tidak dapatkan apa yg dorang inginkan, sama halnya dengan ini 10 orang (fair jo, torang tahu sekali pa dorang). Kalau cuma karena dorang nda dapat sesuatu atau sejenisnya terus akhirnya baribut masa mo dibilang Rektor gagal. Aneh juga.. Hehehe
    Salam for brur Fabian

  17. Btw judul harus sesuai dengan isi….masa tou minahasa ba cakalele…..Cakalele itu dari Maluku…. Orang Minahasa itu Kabasaran…!!!

    Dengan apa dekan fisip da beking kong sampe bilang ba cakalele..

    Unsrat memang semakin hari semakin Panas….

    Dua kubu saling menjatuhkan dan menganggap dua2nya benar…
    Kalau saya yang Netral berani mengatakan kepemimpinan Rektor GAGAL !!!!
    karena tidak mampu mengayomi beberapa Dosen, katakanlah cuma 10 orang, itu yang berani menunjukkan muka, tetapi sebenarnya bukan 10 orang..tetapi ada ratusa, bahkan mungkin sama banya dgn pendukung Rektor, tetapi masih takut….

    Desas-desus kalo nda ada Statuta… Rektor pe suara berimbang dengan Kumaat…

    Salam Damai…

  18. Wahhh.. aneh komentar tadi yg saya tulis nda maso, mar komentar provokator seperti romeo boleh masuk yg sedang menuju kehancuran..hohoho..
    Kalo prov.puatar bale rumapea ajar jo Dekan, beking rusak fisip dia sama2 dgn itu JM.

  19. semakin lama semakin arogan itu pejabat Unsrat. Saya sangat menghormati Tou Minahas yang ramah, terbuka, familiar dan egaliter, kecuali DR. Jhony Lumolos. Dia nampak sopan hanya dihadapan penyidik Tipikor saja, hehehehe lucu kalau ingat waktu itu !!!

  20. Saya bukan Tim 10…
    Yang pastu setiap orang yg berkomentar di berita ini adalah orang2 yg peduli terhadap Unsrat. Namun sangat disayangkan apabilan mental pemimpin yng bobrok seperti ini dipertontonkan dihadapan publik. Seorang doktor lagi.. Hhhh.. Mar maklum doktor stengah jadi sto kang?? Hahah

  21. Hahahaa… mengarah pada kehancuran??? komentar seperti itu cuma datang dari CESC/tim 10 yg provokator itu, karena dorang mangiri dan cuma dorang yg sering mengeluarkan statement model bagitu. Bakaca terus cek di lapangan, lebe berkibar ato sebaliknya. Dekan dapa ley noh, masa org luar ley mo beking kacau disini, sikat pa dia.

  22. wahhh…. kalau dipemberitaan kemarin saya baca judulnya “Kasihan, Flora KalaloCs kelihatan sudah Frustrasi…” … nahhh… kalau sekarang saya baca berita “Fisip memanas, Dekan ba Cakalele..” sepertinya orang2 di Unsrat sudah Frustrasi semua… hahaha…. helowww… heloooo… Pak Rektor ada dimanakah engkau gerangan???? lihat Civitas Akademika dan Universitas yg engkau pimpin sepertinya mulai mengarah pada kehancuran…

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara