Politik dan Pemerintahan

Farid: Pendakian ke Lokon Masih ”Terlarang”

MANADO – Pascaletusan akhir Februari lalu tahun ini, Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Bandung masih menutup aktivitas pendakian menuju ke Gunung Lokon, di Provinsi Sulawesi Utara.

“Karena masih sangat berbahaya, aktivitas pendakian menuju kawah ataupun ke puncak gunung masih ditutup,” kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu, PVMBG Bandung di Kakaskasen, Kota Tomohon, Farid Ruskanda Bina, Sabtu (21/4).

Rekomendasi larangan pendakian ini, sebut Farid, sudah disampaikan ke setiap pemerintah kelurahan yang masuk daerah rawan bencana dan berdekatan dengan kawah Tompaluan, Gunung Lokon.

“Kami berharap adanya kerja sama pemerintah kelurahan untuk tetap mengingatkan warga mengenai bahaya letusan Gunung Lokon. Jangan ada warga yang mencoba melakukan pendakian karena sangat berisiko,” ungkapnya. Farid menjelaskan, secara visual masih terlihat keluarnya asap putih tebal yang berembus melewati badan gunung yang mengindikasikan suhu tinggi dalam kawah yang bersentuhan langsung dengan air.

Sedangkan aktivitas kegempaan, menurut dia, alat pencatat kegempaan masih merekam terjadinya gempa sampai puluhan kali dalam sehari.

“Hari ini terekam hanya ada beberapa kali gempa vulkanik dalam, gempa vulkanik dangkal dan gempa embusan,” katanya. Sesekali, kata dia, embusan asap yang keluar dari kawah diiringi dengan debu tipis yang jatuh di sekitar lereng dan permukiman sekitar gunung.

Farid mengatakan, walaupun relatif agak menurun aktivitasnya, namun PVMBG Bandung masih menetapkan status siaga level III.(niel)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara