
Sonder, BeritaManado.com — Jembatan Airmerah dan sungai yang sungai dibawahnya yang menjadi etalase Desa Leilem Satu tidak menunjukkan nilai estetika.
Pasalnya, sebagian jembatan terdapat sampah sisa pembuangan oleh oknum masyarakat yang belum diketahui identitas dan asalnya.
Parahnya lagi, jika melihat kebawah dari atas jembatan, maka bisa disaksikan sampah bertebaran di seluruh bagian sungai yang membuatnya tidak enak dipandang mata.

Sepintas terluhat sampah kemasan semen, puing-puing bangunan, sampah dapur, sampah rumah tangga di dalam tas plastik dan lain sebagainya.
Bukan tidak mungkin sampah-sampah itu tidak pernah diangkat selama beberapa bulan, belum lagi aksi buang sampah sembarangan oknum masyarakat yang mungkin dilakukan malam hari atau subuh.
Di satu pihan memang disayangkan oknum masyarakat yang entah darimana asalnya seenaknya membuang sampah di jembatan dan sungai ini.

Akan tetapi di sisi lain, pemerintah setempat juga sepertinya tidak mengetahui atau sengaja tidak mau tahu tentang kondisi lingkungannya snediri.
Yang menjadikan hal ini cukup memprihatinkan yaitu lokasi jembatan dan sungai itu ada di kampung halamannya Bupati Minahasa DR. Ir. Royke Octavian Roring MSi IPU Asean Eng.
Terkait hal ini, Hukum Tua Desa Leilem Satu Victor Roring belum bisa memberikan konfirmasi terkait hal tersebut saat dihubungi BeritaManado.com, Rabu (3/6/2020) pukul 12.38 WITA.

Pada bagian lain, Ronny Sepang salah satu warga Leilem mengatakan bahwa apapun alasannya, aksi membuang sampah di sungai itu tidak dibenarkan karena bisa menimbulkan pencemaran lingkungan.
“Di sisi lain, himbauan pemerintah untuk tidak membuang sampah sembarangan tidak disertai dengan adanya solusi seperti ketersediaan fasilitas tempat pembuangan sampah dari instansi terkait. Ditambah dengan sikap membiarkan, maka tidak heran pemandangannya seperti yang dilihat,” ujarnya.
(Frangki Wullur)
