
Manado – Eksekusi lahan yang terjadi kemarin, Senin (26/1/2016) meninggalkan duka bagi 15 Kepala keluarga yang menjadi korban.
Pasalnya, eksekusi dilakukan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu sehingga warga tidak sempat mempersiapkan diri.
“Eksekusi yang terjadi kemarin begitu tiba-tiba. Begitu mereka sampai langsung membacakan pengumuman eksekusi. Kami bahkan tidak sempat mempersiapkan diri untuk setidaknya mengamankan barang-barang berharga. Anak-anak kami bahkan tidak bisa sekolah karena seragam ataupun perlengkapan sekolah sudah tidak ada lagi. Patokan lahan saja mereka tidak tahu, jadi ambil garis lurus saja,” ujar Ibu Renny, salah satu korban eksekusi lahan kepada BeritaManado.com, Rabu (27/1/2016) saat menyambangi kantor DPRD Manado.
Mewakili 15 KK korban eksekusi, Ibu Renny berharap tindakan yang tidak manusiawi ini mendapat perhatian dari DPRD dan Pemerintah Kota Manado.
“Eksekusi kemarin tidak manusiawi. Keluarga kami sudah tinggal disitu sejak tahun 1973. Setidaknya beri kami kesempatan untuk bersiap diri. Kami harap keberadaan kami sekarang mendapat perhatian dari DPRD dan pemerintah,” tambahnya. (srisurya)
Baca juga:
