Manado – Rencana pembangunan tol Manado-Bitung di beberapa wilayah mengalami kendala sulitnya dilakukan pembebasan lahan. Untuk itu ketua komisi 1 DPRD Sulut Jhon Dumais meminta kepada pemerintah setempat untuk intens melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“Pemerintah kabupaten dan kota yang akan dilalui jalan tol harus intens melakukan sosialisasi. Biasanya terkendala pada perbedaan pemahaman dari warga,” tukas Dumais kepada beritamanado, Selasa (4/12).
Dumais mencontohkan salah-satu koordinat pembangunan jalan tol di Desa Kakenturan, Kecamatan Maesa, Kota Bitung. Beberapa tempat ibadah seperti gereja dan mesjid masuk lintasan jalan tol.
“Intinya khan pemerintah akan memberikan ganti rugi. Tapi harus diberi pemahaman sejelas-jelasnya agar tidak ada persepsi keliru dari masyarakat,” tukas mantan aktifis Bitung ini.
Diketahui, Pemprov Sulut mentargetkan pembebasan lahan selesai tahun 2012 ini. Namun perkembangan terkait target itu sulit tercapai sehingga proses pembebasan lahan jalan tol digeser hingga 2014 mendatang. (Jerry)
