Kota Manado

Dumais: Indonesia Bukan Lagi Eksportir Minyak

Dumais: Indonesia Bukan Lagi Eksportir Minyak
Ketua Komisi I Jhon Dumais (foto beritamanado)

Manado – Janji Jhon Dumais, personil Fraksi Partai Demokrat DPRD Sulut untuk “berperang” dengan mahasiswa FISIP Unsrat, dibuktikan, Senin (2/4) siang tadi. Dihadapan sekitar 100 mahasiswa FISIP, Dumais menjelaskan alasan pemerintah berencana menaikkan harga BBM dari Rp 4500 menjadi Rp 6000.

“Harus diluruskan dulu bahwa persepsi kita selama ini bahwa Indonesia adalah eksportir minyak tidak benar. Kita sekarang mengimport karena hasil minyak bumi sudah tak sesuai dengan komsumsi masyarakat Indonesia,” tukas Dumais.

Lanjut ketua komisi 1 DPRD Sulut ini, kenaikkan harga BBM perlu dilakukan mengingat harga minyak terus meningkat. Pada APBN 2012 yang disusun tahun 2011, asumsi harga minyak 90 US dollar per barel. Namun sekarang sudah diatas 120 US dollar. “Nah untuk menyelamatkan APBN maka opsi menaikkan harga BBM tak bisa dihindari,” tambah politisi vokal ini.

Menariknya, ada pernyataan kritis dari salah-satu mahasiswa bahwa harus lebih diperkuat komunikasi politik antar parpol. “Sebetulnya yang terjadi selama ini adalah miss komunikasi antar pimpinan parpol. Pertemuan semacam ini merupakan pencerahan sehingga kedepan semua pihak dapat lebih terbuka,” ujar Stefanus, salah-satu mahasiswa FISIP. (jerry)

 

 

 

Satu tanggapan untuk “Dumais: Indonesia Bukan Lagi Eksportir Minyak”

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara