
BeritaManado.com — Kecelakaan yang mengakibatkan meninggalnya dua karyawan PT Samudera Mulia Abadi (SMA) di areal tambang Marawuwung, Kabupaten Minahasa Utara, yang dikelola PT MSM, dipastikan merupakan kecelakaan tunggal.
Pernyataan tersebut disampaikan Project Manager PT SMA, Ignatius Wantania.
“Ya, kami pastikan ini kecelakaan tunggal yang mengakibatkan meninggalnya operator dan helper. Kami sangat berduka dan menyayangkan kejadian ini,” ujar Wantania.
Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di jalan tambang, bukan di area produksi.
Menurut Wantania, perusahaan secara rutin melakukan briefing terkait keselamatan kerja kepada seluruh karyawan sebelum memulai aktivitas pekerjaan.
Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Utara, Frans Maindoka, menyatakan pihaknya masih melakukan investigasi untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap prosedur keselamatan kerja.
“Hasil sementara investigasi, belum ditemukan adanya pengabaian terhadap standard operating procedure, baik oleh manajemen PT MSM maupun PT SMA,” kata Maindoka.
Meski demikian, lanjut Maindoka, pihaknya tetap menunggu hasil investigasi secara menyeluruh bersama tim dari pusat sebelum menarik kesimpulan utuh atas kejadian tersebut.
Dua korban meninggal dunia telah dimakamkan pada hari ini, Senin (23/12/2025), yang didahului dengan ibadah pelepasan di rumah duka Girian Atas dan Batu, Kota Bitung.
(rds)
