Berita Utama

Drama Penangkapan Kontraktor di Halaman Kantor Pemkab Bolmong

Drama Penangkapan Kontraktor di Kantor Pemkab Bolmong
Drama Penangkapan Kontraktor di Kantor Pemkab Bolmong

BOLMONG – Drama penangkapan Hend alias Kere seorang kontraktor, cukup unik Selasa (3/11/10). Terjadi di halaman kantor Pemerintah Bupati (Pemkab) Bolaang Mongondow.

Sekitar pukul 11.00 Wita, Hend bersama istrinya lagi mengurus sesuatu di bagian keuangan Pemkab Bolmong, tiba-tiba buru sergap (buser) Polres Bolmong mendatangi Hend yang lagi memarkir kendaraanya di perparikan kiri Pemkab, yang ternyata Hend sendiri telah diincar 4 hari lalu.

Awalnya Polisi belum bisa menggelandang Hend, sebab pria tinggi ramping tersebut menolak, karena mempertanyakan surat penangkapannya tidak sesuai dengan identitas dirinya.

Hampir sejam berselang, penantianpun dilakukan, begitu juga seorang polisi melakukan pembicaraan kepada Hens. Hend dengan santainya yang menggunakan topi merah keluar dari mobilnya bernomor DB 4596 AE, menuju kantin pemkab yang ditemani Istrinya.

Wartawan yang mendekati mendekati tersangka, yang menikmati sup daging. Penuturan Hend sendiri, menolak penangkapan tersebut sebab tidak berasalan, “Kita nda tau dorang pe alasan mo tangka pakita, disitu ley bukan kita pe nama, apalagi depe alamat orang tomohon” akuinya tak tau menahu tudingan tersebut.

“Dorang (polisi, red) itu keliru, jangan arogan. Mentang-mentang dekat dengan penguasa” katanya. Diapun mengakui telah menyiapkan perkara dan akan melaporkan sikaf arogan dia maksudkan tersebut.

Tak lama berselang, setelah salah satu Polisi usai menerima telepon yang kuat dugaan dari Kapolres Bolmong tersebut, Hend pun dijemput paksa. Sempat terjadi adu mulut, tapi itu tak lama. Hend melangkah keluar disaksikan banyak PNS yang penasaran.

Mendekati kendaraan yang akan mengangkutnya, Hend pun terlihat menolak menaiki kendaraan tersebut, pemaksaanpun tak terhindarkan, lima Polisi pun beraksi memaksanya. “Ado kasiang” teriak Hand tak berdaya, langsung dilarikan diatas kendaraan tadi.

Penangkapan ini terkait dugaan hutang piutang dan penipuan dimana korbannya adalah Ayah Ajudan dari Kapolda Gorontalo, makanya saat penangkapan Ajudan bersangkutan begitu intens mengawasi tersangka.

Informasi juga di dapatkan bahwa Hens yang mengerjakan proyek di Atingola tak menyelesaikan kewajibannya kepada buruh pekerjanya senilai 40 Juta. Tapi sayangnya tersangka tak dibawa di Polresta Bolmong, inipun membuat terkecoh para wartawan yang ingin meliput. Seorang aparat menyebut jika tersangka langsung digiring ke Mapolda Gorontalo, karena surat penangkapannya berasal dari sana.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara