MANADO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado mempertanyakan kekurangan jatah premium di Satuan Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Manado sebanyak 8.000 liter setiap hari, karena takut terjadi penimbunan.
“Hal ini harus ditelusuri sebab selama ini semua SPBU selalu melakukan pembayaran dimuka setelah itu baru BBM dikirimkan dari depo, jika ada kekurangan ini indikasi ada pemotongan jatah yang dilakukan Pertamina,” kata anggota komisi B DPRD Manado, Sony Lela, Jumat (15/7).
Lela mengatakan, jika memang pengurangan yang dilakukan Pertamina, maka pemerintah maupun DPRD harus diberitahu apa alasannya supaya dimengerti.
“Kami ingin tahu kenapa ada pemotongan, agar kami bisa mengambil langkah-langkah tepat dalam menangani masalah kelangkaan bahan bakar minyak seperti saat ini,” katanya.
Ia mengingatkan dalam satu hari ada 96.000 liter premium yang tidak disalurkan ke SPBU atau 2.880.000 liter dalam satu bulan.
Dia mengharapkan jangan sampai terjadi penimbunanan bahan bakar oleh SPBU, karena mereka tidak menuntut kepada Pertamina padahal sudah membayar tunai dan hanya diberikan separuh dari yang sudah dibayarkan.
“Kami akan menggelar rapat dengar pendapat dan mengundang pertamina untuk menjelaskan mengenai hal ini, sebab bahan bakar ini sangat dibutuhkan masyarakat sehingga tidak boleh ada masalah seperti ini,” kata Lela.(abm)
