
Manado, BeritaManado.com — Massa aksi demo dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian dengan menggunakan water cannon dan gas air mata.
Sebagian besar massa aksi perempuan yang kebingungan pun lari ke arah TNI yang saat itu berjaga di depan kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan meminta perlindungan.
TNI pun mengumpulkan massa aksi demo yang terkena gas air mata dan diberikan arahan serta nasehat bahkan pendampingan agar terhindar dari gas air mata.
Terpantau BeritaManado.com anggota TNI pun memberikan nasihat kepada sekelompok masa yang lari berlindung ke TNI agar tetap tenang dan tidak anarkis dan tetap tertib agar terhindar dari gas air mata.
Satu per satu massa aksi didampingi TNI agar pulang dengan selamat pasca ditembak gas air mata.
Setelah aksi selesai, para anggota TNI yang berjaga pun terpantau membersihkan sampah yang berserakan di kantor DPRD Sulut.
Diketahui terdapat 1 kompi gabungan TNI yang bersiaga di depan gerbang kantor DPRD Sulut.
Sampai berita ini di turunkan TNI dan kepolisian masih terus berjaga di depan gerbang DPRD Sulut.
Situasi di kompleks kantor DPRD Sulut pun kini telah kondusif namun tetap di jaga aparat Kepolisian dan TNI.
(Erdysep Dirangga)
