
MANADO – Dinas Perhubungan Kota Manado berencana akan segera melakukan uji coba program fifty-fifty terkait penataan lalu lintas di Kota Manado. Fifty-fifty artinya tidak semua mikrolet beroperasi sekaligus dalam sehari, nanti hanya setengah dari jumlah kendaraan khususnya mikrolet yang beroperasi di Kota Manado dari total kendaraan di trayek tersebut. Hal itu nantinya akan diatur oleh Dinas Perhubungan setempat.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Manado Y.B. Waworuntu, AMd.LLAJ.SE.MSi saat ditemui wartawan beritamanado mengatakan, “ini diujicobakan di trayek Tuminting, Karena baru ujicoba maka kita akan lihat penerapannya di lapangan bagaimana kalau bermasalah kita evaluasi kembali dan masih bisa diterapkan cara-cara yang lain artinya ini (program Fifty-fifty) belum paten,” tuturnya.
Ia menambahkan, “karena hal ini sifatnya belum paten jadi bisa diubah lagi untuk mendapatkan hasil yang diharapkan, bisa juga diterapkan misalnya memberlakukan pembatasan usia kendaraan mikrolet.” ujarnya
Untuk permasalahan kendaraan mobil yang berplat hitam, ia mengatakan “bersama badan lingkungan hidup kita akan melakukan pengujian gas buang pada setiap mobil plat hitam,” tambah Waworuntu. (jrp)

sya sbagai sopir ,tapi sya sngat stuju jka fifty2 ini d’brlakukan tapi jngan hnya angkot tapi untuk smua jnis kndraan roda 4 atw lbih yg lainx, tapi untuk glongan kndraan yg slain angkutan umum d’berlakukan gnjil genap agar nuansa ini tdak trkesan dskriminasi,terutama untuk msa brlaku surat2 kndaraan yg d’ byarkan dng msa brlakukannya…
sy sbgai sopir angjt mndo stju jka kbjakan fifty2 akn d’rlakukan tapi untuk kndraan lainx sprti kndraan priadi lainya trmsuk kndaraan rdo 2 d’rlakukan gnjil gnap agar tdk trjadinya diskriminasi dlm masa brlakuknya surat-surat kndaraan
selama ini angkot cari penumpang. kl 50-50 diterapkan pasti depe situasi penumpang yang cari angkot dan hal itu pasti menguntungkan sopir angkot….
100% setuju fifty2!! Ni manado somo jadi “Kota Mikrolet”. So kurang penung tu jalan deng mikro. Lia di daerah lain tu mikro amper nda dapa lia. So musti terapkan…
smua so pastiu musti baputar jaoh sekali antara samrat dgn boulevard. blum tuh jalan2 penghubung samrat-boulevard drg so tutup terus.tegor ini hari, besok drg tutup ulg.
Sangat setuju tu fifty2. Segera laksanakan saja. So talalu byk tu mikro yg beredar. Dijln mikro sasaja, lbh byk tu oto dari pada penumpang. Belum tu supir2 mikro yg nda tertib dan seenaknya dijalan,rupa drg pe halaman rumah tu jalan umum. Fifty2 akan lebih efektif for supir2 mikro, pendapatan nyanda mo berkurang, krn sekali drg kaluar mancari pendapatan akan meningkat,karena saingan sadiki…
ini bukang cara yang baik, harusnya angkutan2 umum musti diprioritaskan bukang itu oto2/motor2 pribadi. Mana ada orang2 yang so ada oto2/motor2 pribadi mau nae mikrolet????? gengsi dorang.
pengurangan oto2/motor2 pribadi di Manado musti direalisasikan, salah satunya nomor ganjil-genap tiap hari untuk mengurai. Musti ada perda deng sangsi keras buat pelanggar!!!!!!
segera terus, mar nda terapkan2 ini. tuh jalur dua arah lebe nda jelas lagi kapan mo terapkan.