Harapannya tentu saja semoga dengan program ini seluruh pelaku UMKM tidak perlu bingung memilih mitra kerja sama dalam hal pembayaran karena semua sudah terintegrasi di QRIS.
“Saya berharap digitalisasi ini tidak berhenti di Pasar Bersehati saja, tapi bisa diterapkan di seluruh pasar di Sulawesi Utara,” kata Arbonas.
Sementara itu, Wali kota Manado, Vicky Lumentut mengatakan, Pemerintah Kota Manado sangat mengapresiasi atensi dan dukungan dari Kementerian Perdagangan serta OVO, dalam mendigitalisasi pasar tradisional.
“Sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat, Pasar Bersehati menjadi salah satu sentra pergerakan ekonomi Manado, dan kami selalu mengedukasi pentingnya menjaga protokol kesehatan dalam berkegiatan di pasar. Semoga kegiatan ini menjadi awal dari sinergi yang lebih erat antara pemerintah kota Manado dengan kementerian dan lembaga terkait, serta OVO selaku perusahaan teknologi keuangan dalam memajukan kota Manado, dan memperluas adaptasi teknologi bagi masyarakat Sulawesi Utara,” ujar Vicky.
Sebelumnya, OVO juga telah meluncurkan fitur Bayar QRIS dengan mengunggah dari Galeri Ponsel.
Fitur ini merupakan penambahan kapabilitas sistem pembayaran QRIS MPM (merchant presented mode) – di mana pengguna memindai QR merchant yang saat ini telah ada.
Pengguna cukup melakukan transaksi QRIS hanya dengan mengunggahnya melalui galeri ponsel mereka pada fitur scan.
Kehadiran fitur tersebut sejalan dengan instruksi pemerintah terkait protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19 dengan menjaga jarak dan meminimalisir kontak langsung dengan orang sekitar.
OVO juga ingin memfasilitasi para pengguna yang sedang melakukan isolasi mandiri sehingga mereka tetap bisa berbelanja.
OVO berkomitmen untuk tetap memberdayakan dan mendukung ekosistemnya, termasuk para merchant modern maupun UMKM agar mereka dapat tetap bertahan dan menjalankan usahanya masing-masing.
OVO menyadari banyak perubahan terjadi di tahun 2020 ini, karenanya OVO terus beradaptasi dan mendengarkan kebutuhan pengguna dan merchant, memastikan serta meninjau prioritas bisnis dan strategi perusahaan yang sesuai dalam menghadapi masa-masa sulit dan era normal baru.
OVO senantiasa melanjutkan prioritas dalam mendukung ekosistem menuju fase pemulihan.
Sebagai salah satu digital ekosistem terbesar di Indonesia, OVO percaya prospek uang elektronik kedepan cukup besar.
Ini dikarenakan adanya pemberlakuan normal baru yang membuat masyarakat beralih ke ranah digital khususnya di sistem pembayaran.
Hal ini tentunya sejalan dengan tujuan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
(***/srisurya)
