
Bitung – Miktifo Longadi warga Kelurahan Aertembaga Satu Kecamatan Aertembaga tak menyangka jika istrinya Sinta Wowiling (27) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek ini mengaku begitu syok ketika membuka kamar dan melihat istrinya yang telah memberinya dua anak tergantung dengan seutas tali nilon didalam kamar, Selasa (16/12/2014).
“Saya pulang ke tempat kos sekitar pukul 12.30 Wita dan ketika membuka kamar sudah melihat dia (korban, red) sudah tergantung,” kata Longadi dihadapan petugas Polsek Aertembaga.
Longadi mengaku, malam sebelum kejadian, istrinya marah-marah karena mengetahui dirinya menyembunyikan uang hasil ojek. Dimana ia mendapatkan Rp150 ribu namun Langodi mengaku hanya mendapatkan Rp50 ribu dan hal itu diketahui korban kemudian marah.
“Kalau marah wajar karena memang saya tidak memberikan semua uang yang saya dapatkan, tapi saya tak menyangka jika itu menjadi penyebab sehingga dia bunuh diri,” katanya.
Kapolsek Aertembaga, AKP Frelly Sumampouw mengatakan, pihaknya langsung melakukan olah TKP begitu mendapatkan informasi termasuk mencari informasi dari saksi-saksi. Namun sayangnya, keluarga korban seperti orang tua korban menolak untuk dilakukan otopsi dengan alasan ditubuh korban tak ada luka tanda kekerasan selian bekas lilitan tali di leher.
“Memang dari hasil pengamatan kami, disekujur tubuh korban memang tak ada luka tanda kekerasan. Ditambah lagi keluarga korban menyatakan sudah menerima kematian korban dan meminta agar tak perlu diotopsi,” kata Sumampouw.
Sumampouw mengatakan, dari informasi yang dikumpulkan, diduga kuat korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena tekanan ekonomi. Apalagi menjelang hari raya Natal dengan anak dua namun penghasilan sang suami hanya pas-pasan karena hanya sebagai tukang ojek.(abinenobm)
