
Manado, BeritaManado.com — Dugaan pencurian dan perampasan mobil yang dilakukan PT Maybank Finance Manado terhadap seorang wanita yang berinisial P, warga Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, pada Sabtu (18/4/2020) lalu di depan Kantor Maybank Finance, Mega Mas Manado, diduga dilakukan oleh Supervisor PT Maybank Finance Iman Putra.
Hal tersebut mencuat setelah ada laporan polisi dari P sebagai pihak yang mengalami kejadian tersebut.
Saat berusaha dikonfirmasi oleh BeritaManado.com sejak Jumat (24/4/2020) lalu, Supervisor PT Maybank Finance Iman Saputra tidak mau bertemu atau memberikan penjelasan kepada awak media, malahan Iman hanya menyuruh satpam untuk menyampaikan kata-katanya.
“Tidak ada yang perlu dijelaskan, nanti kita ketemu di Polres saja,” ujar Satpam saat menyampaikan pesan Iman.
Diberitakan sebelumya, Seorang perempuan berinisial P, warga Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, megalami hal buruk, dimana pada Sabtu (18/4/2020) lalu, sekitar pukul 13.00 Wita, bertempat di depan Kantor Maybank Finance, Mega Mas Manado telah terjadi dugaan tindak pidana perampasan dan atau pencurian yang dilakukan oleh pihak PT. Maybank Indonesia Finance.
Kejadian ini sendiri baru dilaporkan di Polresta Manado pada Rabu (22/4/2020) sekitar pukul 10.30 Wita.
Informasi data dan laporan yang telah dirangkum, awalnya pihak Maybank Finance mengajak korban datang ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk menawarkan keringanan pembayaran kendaraan akibat dampak COVID-19, kemudian saat korban datang ke TKP untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, terjadilah hal yang sangat merugikan korban.
Informasi data dan laporan yang telah dirangkum, awalnya pihak Maybank Finance mengajak korban datang ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk menawarkan keringanan pembayaran kendaraan akibat dampak COVID-19, kemudian saat korban datang ke TKP untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, terjadilah hal yang sangat merugikan korban.
Dimana, sewaktu korban sedang berbicara dengan lelaki bernama Iman Putra, tiba-tiba seorang karyawan datang mengambil kuncil mobil korban dengan alasan bahwa akan memeriksa nomor rangka dan nomor mesin.
Korbanpun langsung memberikan kunci mobilnya, kemudian setelah korban keluar dari kantor, didapati mobil yang diparkir sudah tidak ada bersamaan dengan barang-barang bawaannya berupa satu buah ponsel genggam merk Nokia dan satu buah tas yang ada di dalam mobil tersebut.
(HardinanSangkoy)
