AMURANG—Musim kemarau berkepanjangan saat ini banyak warga mengalami kesulitan air bersih. Di beberapa desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Amurangpun mengelukan mulai krisis air. Lebih para lagi, sumur yang ada mulai kering, seiring dengan musim kemarau tersebut.
‘’Ya, kalau setiap musim kemarau seperti ini banyak sumur di Desa Kilometer Tiga rata-rata kering. Kalaupun ada air, harus menunggu lama. Atau harus malam hari baru bisa mengambilnya. Kalau siang hari terpaksa menunggu. Ini sudah berlangsung lama,’’ ujar Vecky Dissa dan Jelly Mongkareng, keduanya warga KM3 ketika berbicara dengan beritamanado Sabtu (6/8).
Kata Dissa dan Mongkaren, bukan hanya masalah keringnya sumur air bersih. Tetapi, dari 4 wilayah jaga di desa hanya 2 jaga yang sering mendapat jatah air dari pompa yang dibuat pemerintah.
‘’Kami pikir, pemerintah di desa kami tidak bisa berbuat banyak soal air. Sebab, warga yang ada di jaga 1 dan 2 ikut borong alias tutup jaringan yang harus masuk ke jaga 3 dan 4. Akibatnya, warga jaga 3 dan 4 tidak mendapat jatah,’’ jelas keduanya.
Menurut Dissa dan Mongkareng, hal diatas harus dilakukan pemerintah desa. Jangan biarkan warga yang seenak perut memakai sendiri air tersebut. Sekarang kan lagi musim kemarau. Bagi warga yang tahu aturan harus membantu warga yang tidak mendapat air bersih.
‘’Kalau disini ada beberapa warga luar yang memelihara ternak babi. Sampai-sampai jaringan air bersih dari pipa ditutup dan hanya dipakai sendiri. Akibatnya, warga yang ada di jaga 3 dan 4 harus bersabar terus,’’ tegas keduanya.
Hukum Tua Desa Kilometer Tiga Nontje Tambingon juga mengakui hal diatas. ‘’Benar, warga jaga 3 dan 4 di desa ini sudah lama mengeluhkan soal air bersih. Pemerintah juga sudah sampaikan hal tersebut kepada warga jaga 1 dan 2 untuk membantu soal air bersih. Jangan pakai sendiri. Dan pihaknya akan memeriksa dulu jaringan yang ada di jaga 1 dan 2 itu,’’ kunci kumtua Tambingon. (ape)
