TOMOHON – Pascaletusan Gunung Lokon di Sulawesi Utara Minggu (28/8), hingga pukul 13.20 WITA telah terjadi delapan letusan susulan dari kawah Tompaluan.
“Letusan susulan masih terus terekam pascaletusan pertama yang terjadi pukul 07.51 WITA,” ujar Warno, staf Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, di Tomohon, Minggu.
Warno menyimpulkan, delapan letusan yang terjadi dikategorikan letusan kecil. Ketinggian debu vulkanis yang dimuntahkan tinggal 300 meter dibanding letusan sebelumnya di mana ketinggian debunya mencapai 2500 meter. “Letusan kecil ini ditiupkan angin ke arah barat daya atau utara kawah Tompaluan,” kata Warno.
Dia memprediksi debu vulkanik tersebut jatuh di perkebunan Desa Lolah, Lemoh, Sea, Warembungan, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa. Sebagian Kecamatan Malalayang juga diprediksi akan terkena imbasnya karena angin yang bertiup cukup kencang.
“Kemungkinan debu vulkanik hanya jatuh ke perkebunan milik warga. Hingga kini hembusan yang disertai debu masih terjadi,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, sejak pukul 06.00-09.46 WITA, pos pengamatan telah mencatat 11 kali gempa vulkanik dalam, serta 53 kali gempa vulkanik dangkal. Selain itu juga sempat terekam 10 kali gempa hembusan.
“Aktivitasnya vulkaniknya memang masih di atas normal. Hal ini bisa tergambar dari banyaknya gempa vulkanik yang terjadi hingga enam puluhan lebih,” tandasnya.
Di seismograf menurut Warno masih terekam tremor yang terjadi terus menerus dengan amplitudo yang terus mengalami perubahan hingga 15 milimeter.
“Kami tetap berharap warga siaga. Kemungkinan terjadinya letusan susulan masih berpotensi,” harapnya.(bos)
