
MINAHASA, BeritaManado.com – Sore itu (Senin 13/4/2026) di Desa Wineru, Kecamatan Kakas, suasana terasa berbeda. Langkah Jufri Mantak menuju Sekretariat Panitia Pilhut bukan sekadar urusan administrasi, melainkan awal dari sebuah perjalanan pengabdian.
Sebelum berangkat, pria 33 tahun itu terlebih dahulu menundukkan kepala. Bersama istri tercinta, Meilany Tumober,orang tua, kerabat, dan para pendukung, doa dipanjatkan—mengiringi harapan yang kini ia bawa untuk desanya.
Dikenal sebagai jurnalis yang kerap meliput dinamika di Sulawesi Utara, Jufri selama ini lebih banyak berdiri sebagai pembawa informasi. Namun kali ini, ia memilih melangkah ke dalam, menjadi bagian dari perubahan yang selama ini ia saksikan dari dekat.
Didampingi orang-orang terdekat, Jufri berjalan menuju lokasi pendaftaran. Senyum dan semangat para pendukung seakan menjadi energi tambahan bagi langkahnya.
Di tangannya, berkas pendaftaran bukan sekadar dokumen, tetapi simbol tekad untuk mengabdi.
Di tengah kontestasi pilhut Minahasa kehadiran Jufri membawa harapan baru. Sosok muda dengan semangat dan kepedulian terhadap desa dinilai mampu menghadirkan warna berbeda dalam kepemimpinan.

Baginya, keputusan maju bukanlah ambisi pribadi. Dorongan keluarga, sahabat, hingga masyarakat menjadi alasan kuat yang menggerakkan hatinya.
“Saya ingin desa ini terus berkembang. Saya percaya, dengan kolaborasi dan keterbukaan, kita bisa membangun Wineru yang lebih baik,” ucapnya sederhana.
Jufri memahami, jalan yang ia pilih tidaklah mudah. Namun, keyakinannya pada peran generasi muda menjadi pegangan.
Ia ingin menghadirkan pemerintahan desa yang lebih terbuka, responsif, dan mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat—tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang telah lama menjadi jati diri Wineru.
Dukungan yang mengalir hari itu bukan hanya tentang pencalonan, tetapi juga tentang harapan. Harapan akan pemimpin yang dekat dengan masyarakat, yang memahami kebutuhan mereka, dan yang siap berjalan bersama.
Bagi Jufri, pendaftaran ini hanyalah langkah awal. Perjalanan masih panjang, dan kepercayaan masyarakat adalah tujuan yang harus diperjuangkan.
Di balik langkahnya yang tenang, tersimpan tekad besar: menjadikan Desa Wineru tempat yang lebih adil, berbudaya, dan layak bagi generasi yang akan datang.
Deidy Wuisan
