“Mudah-mudahan bisa silaturahmi lagi, menjaga ukhuwah Islamiah antar kita sesama umat Islam. Sekali lagi bulan Ramadan ini bulan penuh berkah. Macam-macam berkah pahala kita bisa dapatkan di bulan ramadhan yang suci ini,” tuturnya.
Apresiasi kepada Dandim 1309/Manado juga disampaikan oleh Ketua Badan Takmir Masjid (BTM) Imam Bonjol Lota Aris Laeladi.
Dia juga berharap, kegiatan serupa bisa menjadi sebuah tradisi.
“Alhamdulilah Pak Dandim 1309/Manado sudah berkenan hadir untuk melaksanakan kegiatan Safari Ramadan di Masjid Imam Bonjol. Kiranya tahun-tahun ke depan bisa dijadikan sebuah tradisi, supaya ke depan lebih solid dan kompak,” ujarnya.
Usai menyapa jemaah yang hadir, Dandim 1309/Manado meninggalkan masjid yang dibangun di awal tahun 1990-an itu.
Diketahui, Tuanku Imam Bonjol merupakan Pahlawan Nasional asal Minangkabau, Sumatera Barat, yang diasingkan oleh Belanda ke Minahasa bersama seorang pengawalnya.
Dia wafat pada 6 Nopember 1864, dan dimakamkan di Desa Lota.
Di desa yang terletak di perbatasan Kota Manado itu, kini bermukim lebih kurang 50 kepala keluarga yang merupakan keturunan dari pengawal Imam Bonjol yang bernama Apolos Minggu.
(***/srisurya)
