
MANADO—Sekertariat (Setwan) DPRD Sulut dikabarkan mengabil alih pengelolahan dana reses anggota DPRD. Padahal para anggota DPRD masih kecewa pada kenaikan dana reses yang dinilai tak sesuai namun kini kenyataan pahit dana reses tersebut kini berpindah tangan dikendalikan Setwan DPRD.
Tak pelak kebijakan baru ini membuat sejumlah politisi Sario ngambek dengan ancaman tak akan turun reses. “Kabarnya dana reses akan dipegang staf dewan yang akan mendampingi kami, kalau seperti itu, saya tidak akan turun reses,” kata personil Fraksi Barisan Indonesia Raya (F-Barindra), Herry Tombeng.
“Jika seperti ini, saya dan beberapa anggota DPRD tidak setuju,” tegas anggota Komisi I, Bidang Pemerintahan dan Hukum itu.
Namun tidak semua personil DPRD menolak aturan baru yang diterapkan Setwan yang dipimpin Nixon Watung tersebut. “Kalau saya sudah sejak dulu saat reses, dananya tidak saya pegang, tapi oleh staf Setwan. Apalagi penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi,” ungkap pentolan F-PDIP, Steven Kandouw.
Sekretaris DPRD, Nixon Watung yang dikonfirmasi mengatakan ketentuan ini sesuai dengan aturan yang berlaku. “Pokoknya aturannya ada terkait penggunaan dana reses,” ungkap Watung.
Ketika disinggung hal ini berbeda dengan tradisi reses sebelumnya, Watung tetap bersikukuh pada aturan. “Pokoknya saat ini kita mengikuti aturan yang benar, bukan berpatokan pada kebiasaan yang salah,” terangnya.
Mantan Karo Umum Pemprov Sulut ini menjelaskan saat reses nanti ada staf khusus yang akan ditugaskan untuk mendampingi masing-masing anggota dewan. Dengan kententuan penggunaan anggaran Rp10 juta untuk penyewaan perlengkapan reses dan makan minum Rp20 juta. (is)
