Kota Tomohon

Dana Bantuan Letusan Gunung Lokon Masih Tersisa

TOMOHON- Dari total Rp 1.172.370.000 yang telah dimanfaatkan, dana bantuan meletusnya Gunung Lokon yang diberikan oleh sejumlah pihak saat masa tanggap darurat lalu, dipastikan masih menyisahkan dana sekitar Rp 5 juta.

“Ya, dana bantuan memang masih tersisa kurang lebih Rp 5 juta. Namun dana tersebut sudah kami setor ke kas daerah Kota Tomohon,” ujar Ir Royke Roeroe, Sekretaris Komando Tanggap Darurat letusan Lokon didampingi Drs Arnold Poli SH MAP selaku Komando Tanggap Darurat letusan Lokon saat konferensi pers laporan pertanggungjawaban kinerja serta keuangan dan barang penanggulangan bencana letusan Gunung Lokon, Kamis 3 November 2011.

Menurut Roeroe yang juga Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ini, 90-95 persen dana tersebut digunakan untuk kebutuhan makan dan minum pengungsi. Hal ini, menjadi prioritas seperti yang diamanatkan oleh undang-undang. Sementara sisanya untuk kebutuhan lainnya termasuk pengadaan tabung air bersih dan alat penerangan.

“Bantuan yang masuk terdiri pangan 28 item, sandang dan peralatan 29 item, obat-obatan/vitamin 4 item termasuk masker, selimut, tikar, pampers, baju bayi, tenda, alat untuk dapur umum, BBM, alat penerangan dan lain-lain. Yang sempat tercatat di Posko, mencapai 101 pemberi bantuan dari kalangan pemerintah yakni pusat, daerah, kepolisian, kejaksaan, TNI, kalangan DPRD, kalangan dunia usaha, perguruan tinggi, LSM dan perorangan ,” ujar Roeroe sembari menambahkan bahwa saat ini ada bahan natura yang dijadikan buffer stock yang memang tak bisa dikeluarkan dari gudang guna mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi di masa mendatang.

Sementara, Drs Arnold Poli MAP yang juga Sekkot Tomohon mengatakan laporan pertanggungjawaban ini akan dikirim ke pusat. “Akan dikirim ke pusat, sebab ini bagian dari pelaksanaan pemerintahan yang baik dengan tujuan mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” terangnya.

Namun dikatakan Poli bahwa selama masa tanggap darurat, pihaknya mengalami permasalahan seperti terbatasnya daya tampung bagi pengungsi seperti dapur umum, alat komunikasi dan minimnya tenaga psikologi, tenaga pergudangan dan lainnya. (iker)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara