Bisnis dan Ekonomi

CIMB Niaga Perkuat Bisnis di Manado, Layanan  Kantor Cabang dan Branchless Banking Dioptimalkan

Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, CIMB Niaga terus meningkatkan customer experience dengan menawarkan berbagai produk dan layanan yang komprehensif melalui 412 cabang dan jaringan (termasuk 36 digital lounge).

Per 30 Juni 2023, jaringan bank secara nasional didukung oleh 3.996 ATM (termasuk cash remittance machine and multidenom deposit machine) dan 453.483 electronic data capture (EDC dan QR).

Raih Kinerja Menggembirakan pada Semester I 2023

Beragam inisiatif dan kemudahan layanan yang diberikan CIMB Niaga baik melalui kantor cabang maupun branchless banking turut berkontribusi terhadap pertumbuhan kinerja CIMB Niaga secara konsolidasi.

Seperti dilaporkan sebelumnya, pada semester pertama tahun 2023, CIMB Niaga memperoleh laba sebelum pajak konsolidasian (unaudited) sebesar Rp4,2 triliun, naik sebesar 25,8 persen year-on-year (yoy) dan menghasilkan earnings per share Rp129,67.

Menurut Lani, kinerja bisnis dan pertumbuhan pendapatan CIMB Niaga tetap solid pada paruh pertama tahun 2023.

Dengan pengendalian biaya yang efektif, perbaikan kualitas aset, dan penurunan biaya kredit, CIMB Niaga dapat terus memberikan keuntungan yang lebih baik bagi para pemegang saham, tercermin pada return on equity (ROE) yang mencapai 15,4 persen.

Salah satu yang patut digarisbawahi adalah perbaikan dalam kualitas aset, seperti ditunjukkan dari penurunan signifikan pada rasio gross non-performing loans (NPL) menjadi 2,5 persen pada Juni 2023 dari 3,5 persen pada Juni 2022.

Dengan raihan positif ini CIMB Niaga meyakini dapat mencapai target 2023 dengan baik.

Lani juga menyampaikan, meskipun dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan, strategi yang diterapkan dengan cermat dan pendekatan yang berorientasi pada nasabah telah membuahkan hasil yang baik.

“Kami akan terus fokus dalam menyediakan solusi keuangan yang inovatif, berkelanjutan, dan kemudahan akses keuangan bagi seluruh stakeholders, senantiasa memberikan dukungan untuk aspirasi keuangan nasabah, sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi,” ungkap Lani.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, indikator profitabilitas utama CIMB Niaga yaitu ROE meningkat menjadi 15,4 persen.

Bank senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang solid dengan capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 23,2 persen dan 86,0 persen.

Total aset konsolidasian adalah sebesar Rp329,7 triliun per 30 Juni 2023, yang semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.

Total Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp235,8 triliun dengan rasio CASA sebesar 64,3 persen, sebagai hasil upaya bank membangun hubungan yang lebih erat sekaligus meningkatkan pengalaman nasabah dalam memanfaatkan layanan digital CIMB Niaga.

Adapun jumlah kredit/pembiayaan naik 8,6 persen yoy menjadi Rp206,0 triliun (atau Rp205,1 triliun di luar pembiayaan Salam), didukung pertumbuhan bisnis Corporate Banking (+13,2 persen yoy) dan Consumer Banking (+8,0 persen yoy).

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tumbuh 4,8 persen yoy, sementara Kredit Pemilikan Mobil (KPM) meningkat sebesar 14,6 persen yoy, termasuk kontribusi dari anak perusahaan, PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF).

Di perbankan Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan mencapai Rp53,0 triliun (+25,3 persen) (termasuk pembiayaan Salam) dan DPK sebesar Rp44,5 triliun (+20,4 persen) per 30 Juni 2023.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara