Bisnis dan Ekonomi

Uji Kesiapsiagaan Darurat, Bandara Sam Ratulangi Simulasikan Kecelakaan Pesawat dan Ancaman Bom

Uji Kesiapsiagaan Darurat, Bandara Sam Ratulangi Simulasikan Kecelakaan Pesawat dan Ancaman Bom

Editor: Sri Surya

Bandara Sam Ratulangi Manado menggelar Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) atau Airport Emergency Exercise (AEE) 2026 pada Kamis (21/5/2026), dengan mengusung tema “Synergy for Capability Development, Collaboration for Stronger Emergency Readiness.”

Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kesiapan, kemampuan, serta sinergi antarinstansi dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di lingkungan bandar udara.

AEE 2026 menghadirkan tiga rangkaian latihan skala penuh (full scale exercise) yang melibatkan seluruh personel bandara bersama para pemangku kepentingan terkait.

Sebelum pelaksanaan utama, kegiatan diawali dengan table top exercise sehari sebelumnya guna mematangkan koordinasi dan skenario latihan.

Rangkaian latihan dimulai dengan simulasi Airport Security Exercise (Avsec Exercise) berupa penanganan demonstrasi massa dan ancaman bahan peledak di area bandara.

Dalam simulasi tersebut, digambarkan adanya aksi demonstrasi di area kargo yang disertai indikasi barang mencurigakan dan ancaman bom di lobi kargo.

Penanganan situasi melibatkan unsur Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari Tim Jihandak Brimob Polda Sulawesi Utara, TNI AU, serta sejumlah stakeholder terkait lainnya guna memastikan proses evakuasi dan sterilisasi area berjalan sesuai prosedur keamanan bandar udara.

Latihan kemudian dilanjutkan dengan simulasi Disaster Exercise berupa kejadian gempa bumi yang menyebabkan korsleting listrik dan memicu kebakaran kecil di ruang tunggu penumpang.

Dalam skenario tersebut, seluruh personel terkait melakukan penanganan kebakaran, evakuasi penumpang, hingga penanganan korban bersama Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) dan unsur terkait lainnya.

Puncak latihan AEE dilakukan melalui simulasi kecelakaan pesawat (Aircraft Accident Exercise).

Dalam skenario tersebut, pesawat Julang Airlines dengan nomor penerbangan PK JIA menggunakan armada Boeing 737-800 (B738) rute Jakarta (CGK) menuju Manado (MDC) mengalami kecelakaan saat proses pendaratan di Bandara Sam Ratulangi Manado.

Pesawat membawa 75 person on board yang terdiri dari 69 penumpang dan enam awak pesawat. Berdasarkan skenario latihan, kondisi cuaca di sekitar bandara dilaporkan mendung dengan angin samping (crosswind) berkekuatan 12–15 knot.

Saat proses approach dan landing, pesawat mengalami gagal pendaratan (failed landing) akibat terpaan crosswind ekstrem dari arah kanan yang menyebabkan pilot kehilangan kendali arah.

Kondisi tersebut mengakibatkan pesawat mengalami ground loop dan berhenti di dekat jalur inspeksi bandara. Akibat kejadian itu, mesin nomor dua mengalami kebakaran akibat gesekan dan benturan.

Selain itu, roda depan (nose gear) patah dan terjadi kebocoran bahan bakar pada sayap kanan pesawat.

Dalam pelaksanaan AEE ini, seluruh personel bandara dan para pemangku kepentingan mempraktikkan alur komunikasi serta penyampaian informasi sesuai prosedur yang tertuang dalam Airport Emergency Plan Document dan Airport Security Programme Document.

Total personel yang terlibat mencapai 508 orang, terdiri dari komite internal maupun eksternal.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara