Opini

Catatan Markus Wauran: Indonesia dan Bulan Juni, Berkah dan atau Petaka

Yang bisa jenguk hanya keluarga, itupun kadang dipersulit. Orang luar tidak diperkenankan.

Bahkan Bung Hatta, sebagai Wakil Presiden I RI, harus mendapat ijin langsung dari Soeharto untuk jenguk Bung Karno.

Saat Bung Hatta jenguk Bung Karno, linangan air mata Bung Hatta tidak bisa dibendung karena melihat kondisi Bung Karno saat itu.

Bung Karno dibawa ke RSPAD tgl 16 Juni 1970 karena komplikasi berbagai penyakit yang dideritanya.

Pada tanggal 21 Juni 1970, anak-anak Bung Karno dipanggil oleh Dr. Mahar Mardjono yang merawat Bung Karno, karena kondisi Bung Karno yang tanpa daya dan suara.

Saat itu Megawati membisikan kalimat Syahadat ke telinga Bung Karno, dan belum selesai diucapkan, Bung Karno mengucapkan nama sang pencipta ALLAH, seiring hembusan napasnya berakhir.

Soeharto

Bung Karno diganti Soeharto sebagai Presiden RI thn 1967.

Saat Soeharto jadi Presiden selama 32 tahun (berakhir 1999) banyak karya besar yang diukirnya bagi bangsa ini.

Mulai dari pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, pelabuhan, lapangan udara, listrik, dll betebaran diseluruh daerah baik itu dalam bentuk peningkatan maupun pembangunan baru.
Prestasi besar juga yang diukir Soeharto ialah Indonesia pernah swa-sembada beras pada thn 1984 dan mendapat penghargaan dari FAO (FOOD AND AGRICULTURE ORGANIZATION) lembaga PBB pada tahun 1985.

Kondisi Indonesia sangat aman dan nyaman, semua harga kebutuhan pokok dan biaya pendidikan relatif murah, lapangan pekerjaan sangat mudah, menjadikan Pancasila sebagai garis garda terdepan Pembangunan Generasi Muda dalam pendidikan Indonesia melalui Program P4, PMP dan PPKN, bidang olahraga mencapai masa keemasan.

Ada satu catatan sejarah penting yang dilakukan oleh Soeharto ialah tidak dikabulkannya tuntutan rakyat yang diwakili/disuarakan oleh Mahasiswa yaitu untuk mengadili Bung Karno.

Sikap Soeharto atas tuntutan itu ialah dengan mengatakan MIKUL DhUWUR MENDHEM JERO artinya kita harus menghormati orang tua dan menjunjung tinggi nama baik orang tua dan segala kekurangan orang tua itu tidak perlu di tonjol-tonjolkan. Apalagi ditiru.

Kekurangan itu harus kita kubur se-dalam2nya, supaya tidak kelihatan.

Namun dimasa mengakhiri jabatannya, demo mahasiswa untuk menurunkan Soeharto sebagai Presiden RI berkumandang diberbagai daerah sejak akhir 1997 sampai Soeharto dilantik sebagai Presiden RI kali ketujuh tanggal 11 Maret 1998.

Akhirnya Gerakan Reformasi memaksa Presiden Soeharto berhenti pada tgl 21 Mei 1998 yang dalam pidatonya yang diucapakan di istana Merdeka tgl 21 Mei 1998 jam 09.00 mengatakan “saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden Republik Indonesia, terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari ini, Kamis, 21 Mei 1998.”

Setelah Soeharto, berhenti, tuntutan dari berbagai pihak untuk dia diadili bergema dimana-mana.

Bahkan tututan itu juga sampai pada thn 2006 dari sekelompok orang yang tergabung dalam BRANTAS (BALAI RAKYAT ANTI DAN ADILI SOEHARTO).

B. J. Habibie

Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng sebagai Wakil Presiden melanjutkan kepemimpinannya sebagai Presiden setelah Soeharto menyatakan berhenti sebagai Presiden.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara