Manado – Sejumlah warga Gereja Masehi Injil di Minahasa (GMIM) menuturkan bahwa mereka akan mendukung calon walikota Manado yang berlatarbelakang seorang Penatua Kaum Bapa (PKB).
Mengapa? Sebab masalah yang terjadi di Kota Manado sekarang ini antara lain di bidang ekonomi dan keamanan semuanya lebih banyak melibatkan para pria.
“Walikota Manado berikut sebaiknya seorang penatua supaya mengerti tentang pentingnya tugas pria dalam menjaga keamanan di daerahnya, memperhatikan keluarga dan mampu menjaga keseimbangan hidup. Supaya Walikota Manado berikut bisa selalu peka dengan masalah ketersediaan lapangan pekerjaan sebab sulitnya mencari pekerjaan yang menjadi pemicu pria-pria lebih suka kongkow-kongkow dan miras dan tak jarang terjadi tindakan kriminal. Harus ada teladan yang baik,” ungkap seorang Pnt. Jhon Tumbol GMIM Petra Sario, Kamis (30/04/2014).
Senada diungkapkan Oce Rumimpunu anggota PKB di GMIM Sola Gratia Kayuwatu, Mapanget.
“Pria itu kepala keluarga. Itu hakekat hidup yang mendasar. Walaupun sekarang sudah banyak wanita karier tetapi pria tetap dibutuhkan terutama dalam hal menjaga keamanan daerah. Itulah mengapa sebaiknya pemimpin seorang yang bisa diteladani kalau diawarga GMIM sebaiknya seorang penatua dan penatua Pria Kaum Bapa,” kata tokoh masyarakat di Mapanget ini.
Bukan hanya dari bapak-bapak, tokoh pemuda di GMIM Bethesda Lex Rawung juga berharap pemimpin Kota Manado berikutnya adalah seorang aktivis gerejawi jika dia memang warga GMIM.
“Seorang penatua Kaum Bapa memang paling pantas dan setahu saya hanya Pnt. HJP (Hanny Joost Pajouw) yang aktif dalam tugasnya sebagai penatua. Memang ada juga calon-calon lain tapi kebanyakan mereka hanya jadi Ketua atau Sekretaris Panitia dalam acara akbar tapi yang kerja juga bukan mereka. Mereka hanya kasih bantuan dana dan yang kerja panitia yang lain. Itu tidak mendidik dan tidak bisa jadi teladan,” sindirnya.(ads)
