Berita Utama

Bupati Mitra Lepas Tim Musik Bambu Jaga Minahasa, Tiga Pekan Tampil di Jakarta

Bupati Mitra Lepas Tim Musik Bambu Jaga Minahasa, Tiga Pekan Tampil di Jakarta

Bupati Ronald Kandoli bersama Sekda David Lalandos saat melepas tim Musik Bambu Klarinet Minahasa Tenggara

Penulis: Frangki Wullur | Minahasa Tenggara

Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) melepas Tim Kesenian Musik Bambu Jaga Minahasa untuk mengikuti rangkaian pagelaran seni dan budaya Minahasa di Jakarta, yang dijadwalkan berlangsung selama tiga pekan, mulai 15 November hingga 5 Desember 2026.

ADVERTISEMENT

Keikutsertaan tim kesenian ini merupakan bagian dari upaya Kerukunan Keluarga Minahasa Tenggara (KK Mitra) dalam memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan seni dan budaya Minahasa di tingkat nasional.

Ketua KK Mitra, Jan Maringka, mengatakan selama berada di Jakarta, tim musik bambu tersebut akan tampil dalam berbagai kegiatan yang mengangkat identitas dan tradisi budaya Minahasa.

Salah satu agenda utama adalah Malam Kebudayaan Minahasa yang digelar bersama Presidium PNI, KK Mitra, POR Maesa dan berbagai organisasi serta perkumpulan masyarakat Minahasa lainnya.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk keterlibatan masyarakat Minahasa di perantauan dalam menjaga warisan budaya daerah agar tetap hidup dan dikenal sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia.

Menurut Maringka, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mengenang tradisi masa lalu, tetapi harus dilakukan melalui kegiatan nyata, termasuk memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk tampil dan memperkenalkan kesenian tradisional kepada masyarakat luas.

Rangkaian kegiatan ini juga mendapat dukungan J Resources BM dan Jobubu Minahasa sebagai wujud kepedulian dunia usaha terhadap upaya pelestarian budaya bangsa.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina KK Mitra, Letjen TNI (Purn) Johni Lumintang, turut mendukung upaya pelestarian budaya Minahasa melalui kegiatan tersebut.

Maringka menjelaskan, rombongan Tim Musik Bambu Jaga Minahasa akan bertolak menuju Jakarta melalui Pelabuhan Bitung.

Kehadiran tim kesenian ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat Minahasa terhadap warisan budaya leluhur.