
Amurang—Kondisi sungai Ranoyapo, kini berstatus waspada. Pasalnya, setelah pekan kemarin 2 ekor hewan kuda milik Robby Matahang, warga Buyungon (bukan Rumoong Bawah) dimakan buaya. Kini, usul warga Amurang buaya itu harus dimusnahkan.
Informasi, kalau buaya tersebut berada di lokasi obyek wisata Batu Dinding Desa Kilometer Tiga Kecamatan Amurang. Bahkan, hari ini Kompi C 712 Pondang-Amurang akan memusnahkan buaya-buaya tersebut.
‘’Ya musti, bahwa buaya tersebut harus dimusnahkan. Jangankan hewan kuda yang dimakan. Kage lagi orang (manusia, red) yang jadi korban. Maka dari itu, warga Amurang meminta sikap pemerintah untuk menyikapi kondisi tersebut. Dan harus dimusnahkan,’’ ujar Herry Werupangkey, warga Kilometer Tiga, saat berbincang dengan BeritaManado.com.
Menurutnya, kondisi saat ini secara khusus bagi warga yang beraktifitas di seputaran perkebunan batu dinding jadi takut. Sebab, memang buaya-buaya tersebut lalu lalang di kompleks batu dinding.
‘’Bahkan, ada sebagian warga KM3 berkunjung selain menyaksikan memang ada. Dan, mereka melakukan pelemparan. Sebab, buaya-buaya tersebut berada di bebatuan dan pasir di kuala Ranoyapo. Oleh sebab itu, kami minta buaya tersebut dimusnakan,’’ tegas Werupangkey. (and)

buaya musnakan aja nanti kalo anak lu yang dimakan gimana
@Adano
Sorry for this late notification as I was in the outskirt with no internet.
WCS Manado has coordinated with Tasikoki Wildlife Rescue (Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki. See @Penangkaran Satwa Tasikoki above). WCS has prepared appropriate equipment for evacuation and relocation. Both institutions are making quick studies for the best possible relocation site.
Good Job AnakDesa
Appreciate your concern.
jangan dimusnahkan. Mungkin bisa berkoordinasi dengan dinas2 atau departemen atau pusat penangkaran satwa tasikoki.
Jl. Raya Tanjung Merah-kema, Pimpin Jaga xv desa Watudambo, Kec. kauditan 95000
0813 38543273
Hubungi petugas yg berwenang, tapi jangan di musnahkan. Tapi hanya diamankan dipenangkaran buaya. Kalau blum ada penangkaran buaya, ya harus di buatkan. Justru perlu dilindungi dan di kembang biakan. Tentunya oleh lembaga2 yg terkait dengan hewan liar. Kalau perlu buat kebun binatang yg di kelolah perusda, dan isinya ditambah dengan hewan2 jenis yg lain.kan lumayan untuk pemasukan daerah..
Hubungi petugas yg berwenang, tapi jangan di musnahkan hanya diamankan dipenangkaran buaya. Kalau blum ada penangkaran buaya, ya harus di buatkan. Justru perlu dilindungi dan di kembang biakan. Tentunya oleh lembaga2 yg terkait dengan hewan liar. Kalau perlu buat kebun binatang yg di kelolah perusda, dan isinya ditambah dengan hewan2 jenis yg lain.kan lumayan untuk pemasukan daerah..
Dear Adano & Garthie,
Thanks for your concern. Fortunately I know the Director of WCS (Wildlife Conservation Society) Manado Office very well. He is also a scientist. I’ll contact him later this afternoon to seek for his assistance.
***************************
Yth. Kompi C 712 Pondang-Amurang,
Harap perhatikan bahwa ada Undang-Undang yang melindungi satwa langka ini. Sebaiknya berkoordinasi dgn pihak terkait sebelum Anda mengambil tindakan. Masih ada alternatif selain MEMUSNAHKAN buaya-buaya langka tersebut. Terima kasih atas perhatian Anda.
Garthie,
It looks like that the authorities doesn’t care about UU!
Need a help from related international society to advise the local and the authorities…..to stop their stupid idea!
Garthie,
I have spreads an emails about this sad news to all around, includes to cnn, ng, wwf etc:
Good morning,
My name is A***********, I am from Manado, North Sulawesi Indonesia and now working in EU.
Please read this link from a local online news: http://beritamanado.com/berita-utama/buaya-di-sungai-ranoyapo-harus-dimusnakan/128189/comment-page-1/#comment-40660………………………………………………..
Its absolutely a stupid idea to kill the crocodiles………………….
Can you help the crocs?
———————————————————–
I have a lot of replies.
Here’s one of the mail which is suggested us to contact their office in Indonesia. Hope that it may help to avoid the authority to kill all the crocs:
Dear A************,
Thank you for contacting the National Geographic Society.
The Society does not have a field office located in Indonesia. The conservationists about whose work we report are seldom employees of the Society. Instead, they are generally affiliated with universities or other institutions. You might contact the Wildlife Conservation Society which has been working in Indonesia for some time. Their website can be found at: http://www.wcs.org/where-we-work/asia/indonesia.aspx.
We appreciate your concern and hope this information will be helpful.
Sincerely yours,
Julie Crain
National Geographic Society
—————————————————
the river belongs to the natural wildlife (crocodiles).
i firmly recommend to destroy the villages that encroach the habitat of these important creatures that have successfully existed on the planet for over 200 million years.
Ignorance of local people is no reason for the government to make rash decisions and destroy species protected by Indonesian law (Undang-Undang No 5/1990).