
Tagulandang – Tokoh kunci pemekaran Kabupaten Sitaro, Drs. Winsulangi Salindeho secara tegas menyampaikan protesnya dan menyatakan akan melakukan pembelaan serta upaya hukum.
Bu Winsu –sapaan akrab Salindeho– mengatakan ngeri melihat sistim pemerintahan Sitaro saat ini yang melancarkan berbagai tekanan secara sistemik untuk sekadar mendapatkan dukungan dalam Pemilukada 5 Juni mendatang.
“Upaya meraih dukungan dalam pemilukada dengan melancarkan tekanan ini tak saja melawan undang-undang tapi benar-benar tidak manusiawi,” papar Salindeho sedih.
Dikatakanya, ia mendapatkan laporan para pedagang di pasar-pasar saat diduga telah ditekan oleh petugas pasar untuk wajib memilih salah satu kandidat, kalau tidak mereka akan diusir berdagang di pasar. Sementara kepala-kepala Lendongan yang tidak mendukung, dicopot dari jabatannya.
“Ini benar-benar praktik kekuasaan yang mengerikan. Saya saat ini akan membawa kasus pencopotan salah satu Kepala Lendongan di Kampung Pumpente ke PTUN. Praktik kekuasaan semacam ini tidak bisa dibiarkan,” kata sosok birokrat handal itu.
Nasib sial juga dialami oleh kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang disinyalir dicopot dari jabatan serta dimutasikan dengan alasan yang tidak jelas karena dituding tidak mendukung salah satu kandidat.
“Bayangkan saja PNS yang harusnya netral dalam menghadapi Pemilukada, saat ini ditekan untuk memilih incumben. Sialnya, PNS yang bersikap netral justru ditekan bahkan dimutasikan dengan alasan yang tidak jelas,” tandasnya. (*/alf)

Jgn melihat selumbar dimata saudaramu, tapi balok di mata sndiri tdk dilihat, bukankah tdk sdikit pejabat yg lengser sewaktu beliau baru mmimpin Sangihe sebagai bupati bersama pak J.Gaghana di periode lalu..sya prnah bersekolah dan lama tinggal di Tahuna dan hal yg dituduhkan beliau thd Tonsu pdhl pernah dilakukannya jg..hmmmm..
Jika kita memilih dengan Perasaan penuh belas kasihan maka Coblos No 1. Tapi Jika Untuk Kemajuan SITARO Coblos No. 2. Karena No. 1 berusaha untuk menghidupkan keluarga dan keturunannya, jika tidak terpilih mau di kasih makan apa. berbeda dengan No. 2 berusaha untuk membangun Sitaro karena semua keluarga sudah berhasil melalui usahanya masing2. kalau no. 1 masih mengharapkan dari Uang Rakyat untuk kebutuhannya dan keluarga. No. 2. memberikan Apa yang seharusnya Rakyat terima dan nikmati
sebagai masyarakat SITARO marilah kita bijak memilih untuk kemajuan tanah kita tercinta. MERDEKA !!!!!
Ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat…..Amiiinnn
Jangan pernah takut mengungkapkan kebenaran.
Merdeka kebenaran
Jangan prmbangunan kantor bupati harus sesuai dorg p.fengsui…
Hanya satu kata Tonsu memang biadap Dara yg mengalir adalah dara tirai bambu yang berotak komunis menghalalkan segala cara utk mencapai maksut dan tujuan, Agama hanya topeng belaka utk menipu orang sitaro, ikut perjamuan pura pura minum anggur dan makan roti tapi hanya disentu di mulut lalu di kuca2 dgn tangan dan dibuang, sering bertanya pada setan tapekong tidak boleh lewat atau melihat mayat apalagi menyentuh mulai dr thn baru cuna yg lalu, masuk kerumahnya penuh dgn liku liku sesuai petunjuk setan fengsuinya……..