Kota Bitung

BPBD Sebut Ada Delapan Kelurahan di Bitung Kena Bencana, Maurits Mantiri: Mari Kita Bergotong Royong

BPBD Sebut Ada Delapan Kelurahan di Bitung Kena Bencana, Maurits Mantiri: Mari Kita Bergotong Royong
Maurits saat berdialog dengan warga yang tertimpa bencana

Bitung, BeritaManado.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bitung, Minggu (12/09/2020) mengakibatkan banjir, longsor dan pohon tumbang di sejumlah lokasi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkot Bitung mencatat ada delapan kelurahan yang mengalami bencana banjir, longsor dan pohon tumbang.

Kedelapan kelurahan itu adalah;

Kelurahab Madidir Unet,

  • Lingkungan VI RT 30, tanggul rumah jebol menimpa rumah Keluarga Pantas – Loho
  • Lingkungan I dan II, seputaran PT Agro banjir
  • Lingkungan V seputaran panti asuhan banjir
  • Pohon tumbang di depan Puskesmas Paceda

Kelurahan Kadoodan,

  • Banjir di RT 24, menggenangi dua rumah warga, rumah nyaris hanyut.
  • Banjir di Lingkungan I, kampung pisang

Kelurahan Madidir Weru,

  • Banjir, air masuk rumah warga di jalan seputaran Gereja Zaitun

Kelurahan Kakenturan Dua,

  • Banjir di Lingkungan II, RT 6

Kelurahan Bitung Timur,

  • Longsor di Lingkungan VI, RT 29 menimpa rumah Keluarga Sambuaga-Matiune
  • Banjir di Pusat Kota dan Kompleks PA

Kelurahan Pakadoodan,

  • Banjir di lingkungan I dan III

Kelurahan Bitung Tengah,

  • Banjir di Lingkungan I (Lorong Senyum)

Kelurahan Pateten Satu,

  • Tanah longsor di jalan baru belakang Depot Air Rezky.
BPBD Sebut Ada Delapan Kelurahan di Bitung Kena Bencana, Maurits Mantiri: Mari Kita Bergotong Royong
Banjir di Pusat Kota (ist)

Sementara itu, Wakil Wali (Wawali) Kota Bitung, Maurits Mantiri yang turun langsung memantau di sejumlah pemukiman yang terkena bencana mengajak warga untuk saling membantu.

“Mari kita bergotong royong untuk membantu warga yang terkena musibah tanpa harus saling menyalahkan,” kata Maurits.

Dirinya juga memotivasi warga yang terkena musibah agar tetap semangat dan tidak berkeluh kesah karena masih ada warga lain yang peduli dan siap untuk membantu.

“Kedepannya, masalah tata ruang serta penataan drainase harus kita lakukan agar kejadian seperti ini tidak terus terjadi saat itensitas hujan tinggi. Apalagi masalah drainase ini selalu disuarakan warga saat Musrembang dan reses DPRD setiap tahun, tapi sayang belum tereksekusi dengan baik,” jelasnya.

(abinenobm)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara