Bisnis dan Ekonomi

BI Sulut Perkuat RIRU, Kawal Proyek Investasi Sulut dari Kurasi hingga Bertemu Investor

BI Sulut Perkuat RIRU, Kawal Proyek Investasi Sulut dari Kurasi hingga Bertemu Investor
Joko Supratikto

Penulis: Sri Surya | Manado

Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat peran Regional Investor Relation Unit (RIRU) sebagai ujung tombak pengembangan proyek investasi daerah.

Melalui North Sulawesi Investment Forum (NSIF) 2026, RIRU menjadi instrumen untuk memastikan setiap potensi investasi dapat berkembang menjadi proyek yang layak ditawarkan kepada investor.

ADVERTISEMENT

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menegaskan RIRU tidak hanya berperan mempromosikan proyek, tetapi juga melakukan pendampingan secara menyeluruh kepada project owner.

“Forum ini juga menampilkan tiga hal utama sebagai fondasi pengembangan investasi ke depan. Pertama, momentum pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang tetap terjaga. Kedua, perjalanan Regional Investor Relation Unit (RIRU) dalam mendampingi project owner dan mentransformasikan potensi daerah menjadi proyek yang semakin investment ready. Ketiga, rekam jejak pendampingan proyek investasi di berbagai wilayah dan sektor sebagai bukti komitmen bersama dalam mengawal investasi, mulai dari tahap persiapan hingga promosi dan tindak lanjut atau eksekusi proyek,” kata Joko.

Ia menjelaskan, pendampingan dilakukan secara berkelanjutan mulai dari penyusunan substansi proyek, penguatan studi kelayakan, site visit, business matching, hingga promosi kepada investor domestik maupun asing.

Sepanjang proses tersebut, RIRU telah mengidentifikasi 17 proyek baru, mengkurasi lima proyek potensial, memberikan pendampingan intensif terhadap tiga proyek prioritas, serta mengawal sembilan proyek investasi eksisting melalui program investment aftercare.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah proyek yang memenuhi standar Investment Ready to Offer (IPRO) sehingga memiliki daya saing lebih tinggi di hadapan investor.

Forum NSIF 2026 turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, Direktur Wilayah III Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Abdul Qodir, Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Selandia Baru Hamza Haidon, Philippine Consulate General in Manado Mary Jennifer Domingo Dingal, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Sarman Simanjorang, Kepala OJK Sulut Robert Sianipar, Kepala BPS Sulut Watekhi, para kepala daerah, pimpinan perbankan, pelaku usaha, serta investor dari dalam dan luar negeri.

Dengan penguatan RIRU, BI Sulut optimistis semakin banyak proyek strategis di Sulawesi Utara yang dapat direalisasikan menjadi investasi nyata, sekaligus memperkuat daya saing daerah sebagai salah satu tujuan investasi unggulan di kawasan timur Indonesia.

“Potensi tersebut memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi untuk dikembangkan, terlebih dengan dukungan komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, aman, dan memberikan kepastian bagi dunia usaha,” katanya.