Manado – Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat Provinsi Sulawesi Utara untuk mewaspadai peredaran uang palsu menjelang Lebaran.
“Biasanya, fenomena di Provinsi Sulut, akan ada peningkatan temuan uang palsu pascaperayaan hari raya keagamaan seperti Natal dan Lebaran,” kata Kepala BI Perwakilan Sulut Peter Jacobs di Manado, Senin.
Dia mengatakan berkaca tahun-tahun sebelumnya, pasca-Lebaran maupun Natal pasti akan ada peningkatan temuan uang palsu di Sulut.
“Sehingga, kami terus mengingatkan untuk waspadai uang palsu,” jelasnya.
BI, katanya, terus berupaya menekan peredaran uang palsu khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Dalam upaya tersebut, BI akan melakukan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada kasir perbankan, retail dan petugas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) setiap hari Sabtu selama bulan Ramadhan 1437 H.
Selain itu, katanya, kegiatan penempelan stiker imbauan mewaspadai uang palsu di bebeapa lokasi strategis, toko dan swalayan.
Juga, katanya, akan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap uang palsu.
“Berbagai upaya dan strategis tersebut diharapkan dapat menekan peredaran uang palsu di Kota Manado dan sekitarnya,” katanya.
Dia mengatakan tahun 2015 ditemukan uang palsu sebanyak 192 lembar, dan di tahun ini sudah diatas 200 lembar yang ditemukan, serta paling banyak pada bulan Januari 2016 yakni pasca Natal dan Tahun Baru.
“Oleh karena itu, mengantisipasi peningkatan uang palsu pascaLebaran, berbagai upaya akan terus dilakukan,” jelasnya. (***/risat)
