
Manado, BeritaManado.com — Inflasi Sulawesi Utara (Sulut) pada April 2025 tetap terkendali dalam sasaran nasional meskipun mengalami tekanan akibat berakhirnya diskon tarif listrik 50 persen dari pemerintah pusat.
Kenaikan tarif listrik menjadi penyumbang utama inflasi bulanan sebesar 1,02 persen.
Di sisi lain, harga cabai rawit dan daging babi justru membantu menahan laju inflasi berkat melimpahnya pasokan dan pemulihan stok pasca wabah African Swine Fever (ASF).
Bank Indonesia Sulut bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi dan Kabupaten/Kota gencar melaksanakan berbagai program pengendalian harga.
Antara lain Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, hingga sidak harga menjelang Ramadan, Idul Fitri, dan Paskah.
Selain itu, capacity building bagi TPID di berbagai daerah terus dilakukan untuk memperkuat strategi pengendalian harga.
Peluncuran iklan “Bijak Belanja” pada Ramadhan juga menjadi bagian dari upaya menjaga ekspektasi masyarakat agar tetap optimis terhadap kondisi perekonomian.
(srisurya)
