
Minahasa, BeritaManado.com – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menegaskan pentingnya kerjasama lintas daerah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan strategis.
Hal itu disampaikan pada High Level Meeting TPID Minahasa, Rabu (16/7/2025).
Menurutnya, inflasi Sulut pada Juni 2025 tercatat sebesar 1,71 persen (yoy), 1,85 persen (ytd), dan 0,64 persen (mtm), dengan beras menjadi pendorong utama akibat kendala pengeringan gabah saat curah hujan tinggi.
Lima komoditas penyumbang inflasi terbesar yaitu beras, cabai rawit, bawang merah, angkutan udara, dan lemon.
“Kerjasama antardaerah adalah langkah strategis agar daerah surplus bisa membantu daerah defisit,” ujar Supratikto.
Ia juga menyoroti kontribusi Program PATUA yang sejak 2020 hingga 2024 telah membina 185 UMKM di Sulut, terdiri dari 114 wirausaha dan 71 petani.
Program ini dinilai efektif meningkatkan produktivitas petani, menjaga pasokan, dan menstabilkan harga pangan.
Selain itu, BI Sulut ce dewasaa pemerintah daerah terus mendorong Gerakan Pangan Murah di berbagai kabupaten/kota, termasuk Minahasa, untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga.
“Kami akan terus memantau pasokan, menjaga harga, dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” pungkasnya.
(srisurya)
