Bisnis dan Ekonomi

BI Sulut Dorong Boltim Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi Jelang Iduladha

BI Sulut Dorong Boltim Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi Jelang Iduladha
Foto bersama pimpinan BI Sulut, Pemkab Boltim dan jajaran

Penulis: Sri Surya

Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara (BI Sulut) mendorong Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) memperkuat ketahanan pangan dan pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha 2026.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Joko Supratikto, dalam High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD Kabupaten Boltim, Selasa (19/5/2026).

Dalam paparannya, Joko mengatakan stabilitas harga pangan menjadi faktor penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus kesejahteraan petani.

“Stabilitas harga perlu terus dijaga sebagai pondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkualitas,” ujar Joko Supratikto.

BI mencatat inflasi Sulawesi Utara pada April 2026 mencapai 0,96 persen secara bulanan. Kenaikan harga terutama dipicu oleh komoditas tomat dan tarif angkutan udara akibat naiknya harga avtur.

Sementara itu, daun bawang menjadi penahan inflasi karena memasuki masa panen di sejumlah daerah.

Khusus di Boltim, pergerakan harga pangan dinilai masih sangat dipengaruhi Kota Kotamobagu sebagai basis distribusi utama.

Namun, rata-rata harga sejumlah komoditas strategis di Boltim tercatat lebih tinggi, terutama cabai rawit dan daging ayam ras.

Menurut Joko, kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini, terutama menjelang meningkatnya permintaan masyarakat saat Iduladha.

“Menjelang HBKN Iduladha juga bisa didorong ajakan bijak belanja agar tidak terjadi penimbunan maupun belanja secara berlebihan agar harga tetap terkendali,” katanya.

BI Sulut juga menilai Boltim memiliki potensi besar sebagai sentra produksi cabai rawit di Sulawesi Utara.

Sepanjang 2025 hingga 2026, produksi cabai rawit Boltim disebut mengalami surplus dibanding kebutuhan daerah.

Karena itu, BI bersama pemerintah daerah terus memperkuat program pemberdayaan petani melalui program Petani Unggulan Sulawesi Utara (PATUA).

Hingga saat ini, terdapat enam kelompok tani binaan BI di Boltim yang mayoritas bergerak di sektor cabai rawit.

Selain penguatan produksi, BI juga mendorong penguatan kelembagaan petani melalui Koperasi Wale Tani Mapalus yang kini menaungi sekitar 250 petani di sembilan kabupaten/kota di Sulut.

“Peran Poktan Blessing yang berasal dari Boltim penting sebagai garda terdepan pelembagaan petani dalam rangka meningkatkan produktivitas, pasokan, mengendalikan harga,” ujar Joko.

BI juga merekomendasikan penguatan Gerakan Pangan Murah dengan prinsip “3 Tepat”, yakni tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat sasaran untuk menjaga keterjangkauan harga di masyarakat.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara