
MANADO – Sabtu (30/07/11) hari ini bertempat di Hotel Formosa Manado berkempul sejumlah tokoh Minahasa.
Oleh Dr. Bert Supit selaku ketua adat Minahasa dengan mengusung draft Gerakan Federal Indonesia di Minahasa (GERAFIM) yang rencananya pada tanggal 18 Agustus 2011 akan dideklarasikan kepada Indonesia bertempat di Watu Pinawetengan.
Pertimbangannya yaitu:
- Bahwa sesuai dengan adat dan budaya tou minahasa, situs watu pinawetengan di Tanah Minahasa adalah sebuah simbol persatuan yang kudus,
- Bahwa dalam perjalanan sejarah bangsa minahasa yang telah berlangsung berabad-abad, telah lahir kesadaran Nasionalisme Bangsa Minahasa yang tercermin melalui berbagai perjuangan heroik demi hak azasi manusia dan keadilan melawan penindasan dan penjajahan,
- Bahwa sekedar akan adanya suatu hubungan dari bangsa Minahasa yang lebih luas dan lebih besar dengan bangsa-bangsa lain, serta lima poin lainnya.
“Perjuangan indonesia timur bukan perjuangan orang kristen, perjuangan indonesia timur merupakan perjuangan budaya,” ujar Emi seorang NGO Wanita yang ikut hadir. (me)

Dialam demokrasi skarang ini perbedaan pendapat itu adalh hal yang wajar tapi meledek orang kita harus pake etika, karena bagaimanapun juga yang kita celah itu adalah manusia ciptaan Tuhan sehingga kalu kita menyadari hal yang hakiki ini kita harus menghargai padangan orang lain. Dan benarlah apa yang menjadi Konsep dari Om BS adalah NEGARA fEDERAL karena itu adalah salah satu solusi untuk mewujutkan Tou Bangsa Minahasa yang Merdeka dan berdaulat ditanah Toar Lumimuut oleh sebab itu Gagasan Negara FEDERAL adallah ID yang Cerdas untuk manifestasi dari pada SI TOU TI MOU TU MOU TOU………maju trus om BS.
Di foto om Bert dapa lia tamba gaga noh. Kita parcaya kalu om Bert bilang masi semangat deng berjiwa muda. Kita senang tu kata-kata: “Memang kita pe umur so 77 taong, maar kita pe semangat deng fysik masih nyong2 usia 25 taong” odooh Mantap itu oom.. Maju truss om Bert. Selama masih di jalur NKRI, pasti didukung.
Semangat om Bert. Torang dukung negeri federal. Maar hati2 malintuang. Semoga hati om bert bersih. Ndak dipengaruhi kuasa kegelapan. Hus dalam nama Opo Empung, kase kaluar tu setan2 di batu pinawetengan yang dorang mo pi sembah2.
Usul, ka UNSRAT kwa om bert. Ato ka Ukit. Ukit so ancor gara2 sapa dang???
Jajak Pendapat Mana Lebih Baik untuk Indonesia dan Sulut Apakah Terus Bertahan NKRI atau Indonesia Federal di http://www.sulutiptek.com/pollkesatuanfederal.php
Maaf Om Bert, kita pe maksud yg jadi contoh pengkianat rakyat sulut itu edy mongdong deng jeferson rumayar alias epe.
Maaf Om Bert kita pe maksud tu pengkianat dlm sejarah itu edy mongdong deng epe….,
Om Bert Supit, qta hargai dan hormati usulan bapak serta semangat yang ada pada bapak. Cuma saya khawatir nanti ini berakhir sia2, karena so banya pengalaman, torang pe perjuangan cuma kandas karena pengkianatan contoh : kasus yan timbuleng, kasus epe dan lain2. Bagimana kalu torang pake jo itu energi untuk tingkatkan SDM Sulut yang anti korupsi dgn ajaran Opa Sam, si tou timou tumou tou, dan terus mempertahankan NKRI dan Pancasila.
Torang Om Bert ba tetangga, ta pe Papa sebelum Permesta hidup lumayan bekas KNIL muda tdk pensiun, kong maso Permesta. Apa yg dia peroleh selama 3,5 thn Permesta? ;Kemelaratan dan kemiskinan. Cuma kita angka jempol pa ta pe Papa, dia tdk pernah mengeluh. Sebagai anak saya prihatin dgn kasus2 seperti “yan timbuleng dgn epe”. Kita rasa ini yang urgensi torang perlu beking di tanah Toar & Lumimuut. Slaber tu korupsi2 di Sulut, pengkianat rakyat Sulut….!
Wong Chie Liek
Kampung sabla he he he he
Individu+Individu=Keluarga
Keluarga+keluarga=Desa
Desa+Desa=Kota
Kota+Kota=Propinsi
Propisi+Propinsi=Negara
Semua kembali lagi kepada setiap individu didalam satu negara, negara akan kuat bukan hanya karena bentuk negara tapi karena individu-individu yang kuat….
Salam
Salam,
Tamang-tamang ide-ide dari anak minahasa sudah banyak memberi warna di negeri ini mulai dari masa perjuangan-mempertahankan kemerdekaan-Rermesta (yg intinya Pemerataan Hak)-Sampai zaman sekarang. Yang perlu torang pikirkan adalah skala prioritas yang terbaik bagi Minahasa terlebih lagi Sulawesi Utara. Nyanda peduli kita soal bentuk negara, mo Republik, Federal, dll (yg penting bukang negara AGAMA nyanda sesuai cita2 pendiri bangsa) itu samua cuma bentuk sistem, setiap sistem pasti punya kelemahan dan kebaikan…kong lebih penting lei menjamin kebebasan setiap individu sesuai Hak Asasinya… Yang kita lia kua di Indonesia skrg ini so talalu banyak diskriminasi baik dari segi ras, apalagi Agama… Dalam segi agama kita juga mo himbau sebagai orang Kristen torang jangan tapancing dengan dorang (segelintir orang pemeluk agama laeng) pe profokasi pa torang karena torang pe ajaran beda jao deng dorang pe ajaran (Tuhan Yesus nyada pernah ja bapaksa-paksa ato mo intimidasi orang), dari situ mo dapa lia mana itu busu deng wangi…
KEPADA SAMUA TAMANG2 MARI TORANG BERSATU, KALU TORANG NYANDA MO BERSATU TORANG NYANDA MO MAJU-MAJU, TORANG PE PERJUANGAN CUMA MO PATAH DIJALANG… QTA JUGA CUMA MO KASEH INGA! BUKANG CUMA DI DUNIA NYATA ADA PROFOKATOR DIINTERNET LAGI DORANG JAGO, MAKANYA JNG SAMPE TORANG DORANG KASE BAKU PANAS…
IF U WANNA GET SOMETHING NEW, U MUST DO SOMETHING NEW..
INGA2 TORANG SAMUA BASUDARA..
MENCARI SESUATU YANG LEBIH BAIK BUKAN BERARTI BERBUAT SALAH.. ADA ATURAN DAN ADA PENEGAKAN. JANGAN MENGHAKIMI SESUATU YG BELUM JELAS. LEBEH BAU BAKU2 SAYANG KONG BAKU BANTU. ORA T LABORA
ORANG MINAHASA JANG CUMA JAGO BICARA MAR PANAKO! UJUNG2 NDA ADA HASIL.. KALO SYANG TU MINAHASA TORANG HARUS KRITIS DGN KEADAAN SEKARANG. BEKERJA BRKARYA KONG LIA TU HASIL..
JANG TAKO KSE TUNJUNG BADAN KLU BENAR! God bless Minahasa God bless Indonesia. Keep moving tou minahasa
”SI TOU TUMOU – TUMOU TOU” YG DI HARAPKAN DARI KITA ORG MINAHASA ADALAH SALING MEMBANTU. ORG YG MISKIN SEDANG MEMIKIRKAN BAGAIMANA CARANYA AGAR HIDUP LEBIH MAPAN DAN MAJU, SEMENTAR YG SUDAH MAPAN SIBUK MEMPERTAHANKAN KEMAPANANYA DAN MENGANGGAP MEREKA YG INGIN HIDUP MENJADI LEBIH BAIK SEBAGAI SUATU ANCAMAN BAGI MEREKA KARENA TDK INGIN TERSAINGI. MARILAH KITA KEMINAHASAAN KITA BUKAN HANYA MEMBANGUN DIRI KITA SENDIRI.. GOD BLESS MINAHASA
So bagini komen orang yang baru melek internet..
Namanya juga dunia “maya” nda mesti torang harus taruh nama asli deng tu segala jabatan tetek bengek…
Kalau torang pake nick bukan berarti torang nda jantan!
Bodoh saja kalian taruh nama asli dan segala data2 pribadi di dunia maya bagini..
Malah yang ja pake nama asli kelihatan tu mo se tunjung jago!
Ponakan saya saja ketawa ngelihat komen kalian dengan nama asli kalian, apa lagi deng tu ja tambah deng tu gelar2 suluh meter!
ATS, gampang skali mau cari tau siapa tu mimi siapa tu utu, sapa tu lamu.
Jadi lebeh baeh kalian konsen dengan isi2 komen walaupun ada yang vulgar dan ceplas-ceplos tetap ada artinya. Kong torang musti tau kalau komen caparuni bagitu berarti dorang nda suka pa ngoni….GItu saja repot..
Kalau tahu siapa tu di blakang nick2 itu lari samua kalian..
Brurry Sondakh : Anda betul,,,hampir sebagian besar yang kontra justru tidak bisa membuktikan dirinya sendiri dengan hanya pake nama alias yang tidak jelas,,,,,,, kelihatan sekali dan sangatlah jelas para Anjing-anjing pejabat Jakarta yang hanya berani menggonggong tapi tidak punya nyali untuk menggigit!!!!!!! Om Bert buat jajak pendapat,,,,, torang boleh lia mana yang terbanyak!!!!!!
Negara Federal? Saya rakyat minahasa utara setuju sekali. Mengapa ?
Sangat banyak terjadi ketimpangan dan penyelewengan disana sini. Lihat saja kasus Gereja HKBP di Bekasi, siapa yg di salahkan ? Masalah pembangunan rumah ibadah siapa yg di untungkan?
Kalau benar kita menganut NKRI yg adil maka keadilan sosial hrs untuk semua rakyat atau agama.
Dengan negara federal/(bisa saja daerah istimewa) maka kita bisa mengatur daerah kita sendiri tanpa campur tangan pihak pusat.
hidup NKRI hidup MINAHASA ,,,,, gantung “”” KORUPTOR pencuri penyakit hati rakyat, tlg pemerintah berlakukan HUKUMAN MATI untuk para KORUPTOR pencuri,,,,,,!
SAYA MINAHASA…!!!
CAWANA SE PARUKUAN WO CAWANA SE PAKURUAN, SITOU MASUAT PELENG MAPUTE WAYA…,
I YAYAT U SANTI…!!!
kalo ta mo liah banya (nda samua)yang bakomentar yang pake nama alias nda war2, nda gentle.
Harusnya bikin Gerakan Berantas Korupsi khususnya di Sulut…Karena hampir semua kepala daerah di Sulut terlibat dan terindikasi korupsi selama masa jabatan mereka. Ini yang seharusnya di berantas.
Maaf jo mo tanya ini gerakan so ganti nama lagi dang so bukan GERAFIM yang federal mar so GERAPIM yang (P)Persatuan?
Sangat disayangkan sekali seorang ketua adat Minahasa cara berbicara, menulis dan merilis comment2 yang menurut saya rancu dan malah membuat polemik : “…….. MELAWAN DORANG YANG MENGANDALKAN SENJATA KEKUASAAN ELIT FEODALISTIS KESATUAN…”
Nda usah terlalu lebar-lebar begitu kwa sampe ka Jakarta2
Lawan dulu tu korupsi yang so mengakar di SULUT yang banyak kepala daerahnya terlibat korupsi!
opa bert.! Majelis Adat Minahasa , sejak kapan ada dan apa fungsinya mungkin ada informasi yang akurat ????
apa rakyat Minahasa yg pilih anda jadi ketua ato beimana..?
KEPADA TOU MINAHASA YANG DALAM DISKUSI INI TELAH MENYATAKAN MENDUKUNG PERJUANGAN MAJELIS ADAT MINAHASA UNTUK MELESTARIKAN JATIDIRI DAN HARGA DIRI TOU MINAHASA DAN TANAH MINAHASA DALAM PERSATUAN INDONESIA (GERAPIM)….SAYA UCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH!!!
TORANG SO BUKTIKAN PADA TANGGAL 18 AGUSTUS 2011 YANG LALU DENGAN ACTION YANG NYATA DI WATU PINAWTENGAN ……….TETAPI MENYESAL TORANG (GERAPIM) TIDAK SANGGUP MANGADA ITU SENJATA2 KALIBER BERAT DAR BIN – POLISI – TENTARA BARET HIJAU DARI NKRI. TETAPI DORANG NYANDA BISA BEKING TAKO PA TORANG DENGAN SENJATA KARENA TORANG PE SEMANGAT PERSATUAN PINAWETENGAN SEBAGAI TEMPAT LAHIRNYA MINAHASA…TIDAK PERNAH AKAN LUNTUR.
SEBALIKNYA TORANG PE SEMANGAT DAN HARGA DIRI MINAHASA DALAM PERSATUAN INDONESIA AKAN LEBIH BERAPI API.
IIIIII….YAYAT U SANTI!!!!!!!!
PERJUANGAN SELANJUTNYA ADALAH ANTARA TORANG YANG MENGANDALKAN SENJATA AKADEMIS FILOSOFIS PERSATUAN (P) INDONESIA (YANG PUNYA HARGA DIRI DAN JATIDIRI MINAHASA)…….. MELAWAN DORANG YANG MENGANDALKAN SENJATA KEKUASAAN ELIT FEODALISTIS KESATUAN (K) INDONESIA (YANG TIDAK PUNYA HARGA DIRI LAGI KARENA SO JADI BEBEK2 PENGIKUT PANTAT PENGUASA YANG KORUP DARI JAKARTA).
JADI…..TORANG PERLU DENGAN RENDAH HATI MENGAMPUNI JO PA DORANG (K) YANG SO BASOSERE DAN SO MEMFITNAH PA TORANG DENGAN KATA2 PROVOKATOR, SEPERATIS DLL. KASIHANILAH MEREKA …YA TUHAN KARENA MEREKA TIDAK TAU APA YANG MEREKA KATAKAN!!! DENGAN HARAPAN MEREKA AKAN SADAR SENDIRI! HALLELUYAH….AMIN!!!
Om Bert Supit………. maju maju maju dan buktikan federal itu luar biasa; supaya jgn dorang pandang enteng n jgn dorang kira ini indonesia pemiliknya hanya nasarudin…… hhhhhhhhh coba referendum…….99% masyarakat sulut akan pilih federal federal dan bukan federal motor yg produsen yamaha…hhhhhhhh
Dapa ciong sampe sini eh tu bobou kemenyan..
PP KA-GSKI : Bung jangan berbicara mengenai Papua kalau belum kesana!!!!! Usul saya datang ke Papua bergaul dalam dengan masyarakat dan kamu bisa mendapat jawabannya!!!!
Om Bert Maju terus saya mendukung!!!! Saya Putera Minahasa akan mengikuti apa yang sudah di buat oleh Ketua Dewan Adat Minahasa mewakili Tanah Minahasa dan Tou Minahasa,,,,,, apapun alasan dan argumen dari yang kontra ( Anjing-anjing Pemerintah yang senang dengan mendapat nasi sisa dan puntung rokoknya saja)
tidak menjadi batu sandungan untuk terus mewartakan MINAHASA !!!!!!! I Yayat U Santi.Tuhan Memberkati.
Mungkin tulisan berikut ini bisa dijadikan acuan :
Tindak Tegas Segala Bentuk Separatisme! (Kompasiana)
Ilustrasi
Negara tidak akan memberi toleransi terhadap gerakan separatis. Tindakan tegas perlu diambil apabila persoalan di Papua menyangkut masalah separatism yang mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal itu harus menjadi prinsip utama dalam mengatasi berbagai insiden kekerasan yang muncul di Papua.
Kalimat tegas itulah yang sering ditunggu-tunggu oleh rakyat Indonesia dari pihak pemerintah. Memang, belakangan banyak kejadian penembakan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata terhadap warga sipil di tanah Papua. Bahkan, aparat pun yang berkewajiban mengamankan, termasuk tentara, ikut menjadi korban kekerasan. Seperti peristiwa yang terakhir, yaitu penembakan di wilayah Tingginambut, Puncak Jaya, Papua.
Kelompok bersenjata (oleh sebagian besar pengamat kuat ditengarai sebagai Organisasi Papua Merdeka) itu menembaki helikopter yang tengah mengevakuasi prajurit Tentara Nasional Indonsesia yang terluka akibat penyerangan kelompok tersebut. Bahkan, prajurit yang dievakuasi, Prajurit Satu Fana Suhandi, tertembak lagi dan akhirnya meninggal.
Belum lagi, terdapat wacana referendum yang dihembuskan oleh International Lawyers for West Papua (ILWP) di Oxford, Inggris, pada Selasa tanggal 2 Agustus 20011 lalu, membuat situasi Papua semakin membikin gerah rakyat Indonesia.
Sekali lagi, kita tidak akan pernah mentolerir terhadap separatisme. Kini, pihak Kementrian Pertahanan Republik Indonesia telah berkoordinasi dengan daerah dan aparat terkait untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya. Demikian, dinyatakan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro seusai menjenguk tiga prajurit TNI di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, yang ditembak saat berpatroli di Papua. Mereka adalah Sertu Kamaruzaman, Pratu Kadek Widana, dan Pratu Herber. Ikut menjenguk Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo serta Wakil Ketua Komisi I DPR Tb Hasanuddin dan anggota DPR, Hayono Isman.
Sebenarnya, bangsa Indonesia menganggap masalah Papua sudah selesai. Masalahnya yang ada sekarang adalah hanya bagaimana membuat mereka sejahtera. Oleh karena itu, di Papua tidak diadakan operasi militer terhadap orang-orang bersenjata yang diduga kuat sebagai anggota OPM tadi. Tindakan tegas itu artinya melakukan segala upaya untuk bisa menangkap anggota OPM yang menjadi pelaku kejahatan.
Oleh karena itu, pemerintah dan semua pihak agar tetap mewaspadai kemungkinan terjadi penyerangan lanjutan. Kendati situasi kini sudah berangsur kondusif, tetapi bukan berarti tidak diwaspadai ada tindakan lanjutan. Maka, kalau ada kejahatan seperti itu, tindakannya adalah tindakan hukum.
abu kal abu, kurang sadiki lei makang linggis hehe… qta masih abu-abu menyikapi negara federal minahasa, karna qta kwak lahir di era maso2 milenium. sadap da iko ni diskesi orang2 pande minahasa jadi bekeng buka talaga noh. karna qta msh di area abu-abu, mo batanya dang sadiki pa para pemikir arah gerafim, apakah Gerakan Federal Indonesia di Minahasa ini di usung/deklar kan untuk kasana MINAHASA toh? berarti dang, tu konsep gerafim hanya utk MINAHASA kine ndo’on…… jadi dang tu bolmong-sangihe-sitaro nyandak toh…!?
saya menyimak komentar yang baik dan demokratis dan suatu pernyataan yang mendasar dan suatu keinginan yang kuat untuk deklarasi watu pinabetengan dengan pernyataan mengusulkan negara fideral sah-sah saja saya pribadi sangat mendukung pernyataan pak supit,walapun saya sebagai manusia keturunan minahasa dan sangat prihatin saat ini kaum minoritas kita yang di perlakukan oleh mayoritas tidak adil dengan kata yang tajam jika kata tidak adil di perdebatkan pasti mereka bertanya di mana letak ketidak adilan itu.ini serin kita temukan.
coba kita simak sekarang dalam forum nasional apa yang kita temukan dengan keadilan pasti jawabannya kaumminoritas menyesuakan dengan kaum mayoritas ini setilan yang mendasar ketidak adilan , dan simak lagi apakah NKRI ini masih berlaku di negara kita yang kita cintai ini……dengan mulut berbicara dengan lantang iyaaaaaaaaaa…tetapi saya menjawab dengan perlahan mulai terkikis dengan aturan sariat islam
dan saya bertanya kepada pak supit apa yang harus kita lakukan hal-hal untuk mencegahnya……? ini perlu di pikirkan kita bersama.sebagai warga minahasa dan manado agar kita tidak terjebak dan pada akirnya nama tuhan yesus hilang di tanah minahasa ini..
Om Bert, justru saya belajar masalah internasional krn pernah studi dan tinggal di beberapa negara di luar kurang lebih 20 tahun. Makanya tahu dan mengerti tentang sistem negara federal. Ambil contoh negara federasi Rusia, apa sama dengan USA, Germany, Australia dll?…Jelas beda karena karena sosial budaya dan sistem yg berbeda. Masih banyak contoh negara lain yang menganut sistem federasi yang tingkat kesejahteraan rakyatnya sama dg Indonesia, ada beberapa negara di Afrika dan Amerika Selatan.
Kesimpulannya, tanpa negara federasi pun kalau pemerintah bekerja untuk kesejahteraan rakyat pasti negara akan sejahtera. Saat ini berantas korupsi dan tegakkan demokrasi yang sesungguhnya di Indonesia dan di tanah Minahasa pada khususnya. Semua for torang pe kesejahteraan bersama.
Om Bert, memang torang masih harus banyak belajar, mengerti dan implementasi. Terimakasih atas masukkanya, sekian!
Om Bert, torang pe perjuangan sama, sangat mendukung ide federalisme tp kenapa ide yg dr jaman Moh Hatta, Sam Ratulangi dan terakhir Amin Rais nda pernah berhasil?…Karena sosial budaya masyarakat ditambah konstitusi negara yang tidak mendukung federalisme. Harusnya perjuangkan saja apa yang kita punya saat ini. Berantas korupsi di daerah ini, tingkatkan kompetensi individu tou, tingkatkan mental dan spiritual masyarakat.
Intinya, mo negara federal, atau nda yang penting sistem pemerintahan yg bekerja untuk kesejahteraan rakyat, pasti negara sejahtera. Kejatuhan negara cuma ada 2 hal : Pemerintahan yang Korupsi dan Otoriter.
Om Bert nda perlu tanggapi secara emosi komen2 yang lain untuk hal2 yang om Bert tidak perbuat, biarlah itu jadi fitnah dan Tuhan yg akan balas dorang pe fitnah.
Pendapat setiap orang memang harus dihargai, terlepas dari apakah mereka sependapat ataupun tidak sependapat dengan kita, Namun demikian, sungguh alangkah lebih baik dan ‘gentlemen’ jika kita MENUNJUKKAN identitas kita yg sesungguhnya ketika mengemukakan pendapat, apalagi di forum publik seperti ini. Jangan lempar batu sambunyi tangan..!!
Daripada torang berdebat kusir di sini, nda mo abis2…. mungkin lebih baik torang usulkan saja dulu “REFERANDUM”, apakah mau Federal atau NKRI.
Soalnya kalo mo lia, faktanya ada banyak orang Minahasa/Sulut yg militan membela kepentingan Minahasa/Sulut dgn memperjuangkan ‘Federal’, tetapi banyak juga yang abstein dan tidak peduli atau ‘cari aman’… mungkin krn so ada di ‘zona nyaman’, jadi so nda perlu mo repot2 ‘berjuang’ lagi.
Yang penting di sini, torang musti cari ‘solusi’ yg terbaik utk se maju torang p daerah dan bgmna torang p masyarakat bisa hidup lebe bae & sejahtera. Jangan cuma krn emosi sesaat kong torang so’mo bakuambe… yg justru akan ‘memecah belah’ torang samua p hubungan persaudaraan sbgai sesama “orang Minahasa”.
Apa pun torang p keputusan (Federal atau NKRI), torang musti paham betul dan SIAP utk menghadapi segala resikonya, baik atau buruk. So ada contoh bagus dan nyata di depan mana, yaitu Timor Leste. Apa yg torang bisa pelajari dari Timor Leste..??? Pikirkan baik2 dan baru putuskan.
Apakah dengan ‘Federal’ torang p masyarakat so DIJAMIN PASTI akan hidup lebe bae dan lebe sejahtera…??? Atau kalo torang tetap dlm kondisi sprti skrng (pasrah), apakah DIJAMIN torang p masyarakat akan hidop lebe bae/sejahtera??? Apakah dgn ‘otonomi daerah’ skrng ini so cukup utk menyejahterakan torang p masyarakat??? Pikirkan d p untung/rugi for torang masing2 dan for torang p keluarga – anak, cucu & komunitas!
Satu hal lagi….
Sekalipun qta pribadi lebih cenderung mendukung perjuangan ‘federal’, ttapi kalo boleh qta usulkan, dengan segala hormat, kpda Dr. Bert Supit dan teman2 yg so punya rencana deklarasi GERAFIM di Watu Pinawetengan, apakah tidak sebaiknya lokasi deklarasi tersebut dialihkan ke tempat lain (misalnya Bukit Kasih atau di Kota Manado)?
Sebab sekalipun Watu Pinawetengan hanya ‘simbol’ persatuan Minahasa dalam hal ini, tetapi nuansa ‘magic’ dan ‘kuasa2 kegelapan’ itu masih sangat kental di sana. Kalo torang sungguh2 mau berhasil dlm torang p perjuangan, sebaiknya jangan ‘dicampur-adukkan’ antara niat baik yang tulus dan ‘suci’ dengan unsur2 yg bernuansa ‘spiritisme’. Torang tidak bisa mengabdi pada dua ‘tuan’! Torang musti berani pilih ‘hitam’ atau ‘putih’, jangan ‘abu-abu’!
Bukit Kasih bisa menjadi simbol persatuan orang Minahasa yang ‘majemuk’, khususnya dalam hal spiritual, sedangkan Kota Manado merupakan simbol persatuan orang Minahasa secara geografis…. artinya sekalipun orang Minahasa/Sulut so tersebar ke berbagai penjuru dunia, di mana pun mereka berada, mereka semua tetap disebut sebagai “ORANG MANADO” !!
GOD BLESS MINAHASA
Pendapat setiap orang memang harus dihargai, terlepas dari apakah mereka sependapat ataupun tidak sependapat dengan kita, Namun demikian, sungguh alangkah lebih baik dan ‘gentlemen’ jika kita MENUNJUKKAN identitas kita yg sesungguhnya ketika mengemukakan pendapat, apalagi di forum publik seperti ini. Jangan lempar batu sambunyi tangan..!!
Daripada torang berdebat kusir di sini, nda mo abis2…. mungkin lebih baik torang usulkan saja dulu “REFERANDUM”, apakah mau Federal atau NKRI.
Soalnya kalo mo lia, faktanya ada banyak orang Minahasa/Sulut yg militan membela kepentingan Minahasa/Sulut dgn memperjuangkan ‘Federal’, tetapi banyak juga yang abstein dan tidak peduli atau ‘cari aman’… mungkin krn so ada di ‘zona nyaman’, jadi so nda perlu mo repot2 ‘berjuang’ lagi.
Yang penting di sini, torang musti cari ‘solusi’ yg terbaik utk se maju torang p daerah dan bgmna torang p masyarakat bisa hidup lebe bae & sejahtera. Jangan cuma krn emosi sesaat kong torang so’mo bakuambe… yg justru akan ‘memecah belah’ torang samua p hubungan persaudaraan sbgai sesama “orang Minahasa”.
Apa pun torang p keputusan (Federal atau NKRI), torang musti paham betul dan SIAP utk menghadapi segala resikonya, baik atau buruk. So ada contoh bagus dan nyata di depan mana, yaitu Timor Leste. Apa yg torang bisa pelajari dari Timor Leste..??? Pikirkan baik2 dan baru putuskan.
Apakah dengan ‘Federal’ torang p masyarakat so DIJAMIN PASTI akan hidup lebe bae dan lebe sejahtera…??? Atau kalo torang tetap dlm kondisi sprti skrng (pasrah), apakah DIJAMIN torang p masyarakat akan hidop lebe bae/sejahtera??? Apakah dgn ‘otonomi daerah’ skrng ini so cukup utk menyejahterakan torang p masyarakat??? Pikirkan d p untung/rugi for torang masing2 dan for torang p keluarga – anak, cucu & komunitas!
Satu hal lagi….
Sekalipun qta pribadi lebih cenderung mendukung perjuangan ‘federal’, ttapi kalo boleh qta usulkan, dengan segala hormat, kpda Dr. Bert Supit dan teman2 yg so punya rencana deklarasi GERAFIM di Watu Pinawetengan, apakah tidak sebaiknya lokasi deklarasi tersebut dialihkan ke tempat lain (misalnya Bukit Kasih atau di Kota Manado)?
Sebab sekalipun Watu Pinawetengan hanya ‘simbol’ persatuan Minahasa dalam hal ini, tetapi nuansa ‘magic’ dan ‘kuasa2 kegelapan’ itu masih sangat kental di sana. Kalo torang sungguh2 mau berhasil dlm torang p perjuangan, sebaiknya jangan ‘dicampur-adukkan’ antara niat baik yang tulus dan ‘suci’ dengan unsur2 yg bernuansa ‘spiritisme’. Torang tidak bisa mengabdi pada dua ‘tuan’! Torang musti berani pilih ‘hitam’ atau ‘putih’, jangan ‘abu-abu’!
Bukit Kasih bisa menjadi simbol persatuan orang Minahasa yang ‘majemuk’, khususnya dalam hal spiritual, sedangkan Kota Manado merupakan simbol persatuan orang Minahasa secara geografis…. artinya sekalipun orang Minahasa/Sulut so tersebar ke berbagai penjuru dunia, di mana pun mereka berada, mereka semua tetap disebut sebagai “ORANG MANADO”…!!!
GOD BLESS
Kalo perlu torang minahasa merdeka
Federal=Borjuis lokal…………..
tabea opa Bert, kase maaf deng kase ampun akang pa dorang yg kase komen macam2 karna dorang ndak tahu apa yang opa pe maksud… maju truz opa kase contoh pa tu mudah2 bahwa biar opa so tua maar masih bapikir utk kemajuan minahasa… selama tong masih di dunia ndak ada tu istilah “harga mati”… opakan tahu bahwa para ‘leader’ selalu berpikir dan bertidak diluar kebiasan seperti orang yang biasa2… orang2 yang kreatif dan futuristik seperti opa selalu ndak suka dengan ‘zona nyaman’ jadi slalu berpikir dan berbuat untuk yang lebih baik… maju trus opa, orang2 yg mengkritik, mencibir dan ndak setuju itu adalah obat ‘kuat’ mewujudkan ide2 opa… ok opa Bert, panjang umur dan sehat selalu… i yayat u santi…
ide federal dari Bapak B. Supit, bukan hal yang baru. tetapi bukan berarti itu basi.dan saya kira hal tersebut perlu di respon positif selama hal itu tidak merugikan orang banyak. saya lebih condong menganggap bahwa ide Bpk Supit sebagai fisio terapi ke pemerintah pusat supaya lebih adil membangun negeri ini, tidak terfokus pada kepentingan golongan seperti yang sangat nampak saat ini.
Maju dan berjuang terus untuk minahasa so talalu banya dorang ja bakar tu greja
INI SAMUA DI SINI BIAR CUMA KOMEN TAPI DAPA LIAT TOH SKARANG BAGIMANA PENDAPAT TORANG-TORANG TENTANG FEDERALISME !….
…TORANG BLUM MERDEKA SO MULAI BAKU TIKANG .
..PEMBAHASAN TENTANG FEDERALISME SO BAKU CAMPUR DENG URUSAN LAENG…
…..SAMPE OPA BERT SO TA IKO-IKO KASE ALAMAT RUMAH DENG TLP…HAHAHHA..
…SABAR OPA BERT …JANG TAKO ..MAJU TERUS ..ABU KALO ABU…
TUHAN MEMBERKATI OPA ..
bwt Om Bert, beda pendapat itu biasa, nda usah marah-marah pa dorang sekalipun dorang so menuduh/menjustice, selaku org tua yg bijak maafkan mereka, karena mereka tau apa yg mereka tuliskan dan selanjutnya anggaplah semua itu bagian / Dinamika dari hal hal yang akan semakin memperkaya konsep dan menguatkan gerak maju GERAFIM.
Maju terus OM bert ……
jadi kalau Om Bert mengangkat pergerakan federalisme dengan tradisi keminahasaan, itu karena minahasa telah mengindonesia dan mengglobal..maju terus Om Bert. jadi seperti flamengo dan rajawali, makin matang nikmati badai…
Federalisme terpatri jelas melalui kesepakatan para dotu di watu pinabetengan…sembilan distrik tanpa menciptakan negara minahasa…jadi kalau Om Bert mengangkat
Jika hanya bisa menghina dan mengejek Org Lain…. Jangan dulu tampil utk berbeda pendapat. Jika hanya bisa menghujat orang tua, pergilah dan tengoklah ayah ibumu jagalah mereka agar tak dihina dan dihujat.
satu lagi OPa, batu Pinawetengan adalah simbol budaya Masyarakat Minahasa. jangan kotori dan jual murah dengan hal yg berbau Politik…
oom bert nikmati jo tu hari tua, tamasya ke negeri cina ato ke negeri paman Sam, so tua sayang jang tu masa tua mo berakhir di sel yg beku…
nda usah mo provokasi rakyat Minahasa..
yg kami perlu cuma mo sambung tu Hidop…
SAYA PENDUKUNG FEDERALISME :
1. Kalau berani beda pendapat tunjukan identitas. Jangan sembunyi sprti pengecut.
². Federalisme bukan “haram”. Coba tunjukan apa keharaman federal.
3. Kalian tau, Aceh itu praksis federal. Otsus Papua juga menggunakan prinsip2 federal, DIY, dan DKI itu federal.
4. Federal lebih tegas dari pada Sentralistik “abu-abu” seperti sekarang.
5. Federal adalah sebua sistem distribusi kekuasaan ke daerah yg memberi peluang daerah berinovasi dan berkreasi dalam keIndonesiaan. Bukan “batoto” truss ke pusat dan diremote rezim sentralistik.
6. Menawarkan federalisme adalah tindakan demokratis, konstitusional, konseptual akademis, bukan makar atau separatis.
7. Menawarkan federalisme untuk mengganti sistem sentralistik didasari prinsip2 Human right (Hak Hidup).
8. Menyodorkan federalisme adalah wujud kepedulian dan kecintaan pada Indonesia pd Merah Putih yang Pancasilais.
9. Federalisme secara prinsip adalah distribusi kekuasaan, tidak lebih dari itu.
OM sayang,
Sudah nda relevan lagi itu ide kalau mau diterapkan jaman skarang,
mungkin cocok waktu jaman om umur 25 tahon..Ini jaman “renewable energy, global warming, pergi ke mars, etc. Torang generasi mudah so nda gubris tu babagitu.
Nda ada yang baku pandang enteng disini.
Kita orang tombulu asli bukan dari sono.
Orang sono juga sunkem/hormat sama ortu bukan cuma orang sini..
INi da baca om pe reply sama deng anak kacili ba reply, narrow skali! Bagimana tu konsep bisa di jelaskan dan laku.
Oh io negara2 federal yang berhasil ‘makmur’ berikut ini om lupa sto kasih tau ke mimi: Ex-Jugoslavia, Bosnia Herzegovina, Ethiopia, Irak, India, Nigeria, Nepal, Pakistan, Sudan, Sudan Selatan, Venezuela.
Jangan cuma tu negara idola yang dikasih referensinya
Kong? apa karna torang bukan federal kong jadi bagini (miskin-korup)?
Korup itu mentality, kong RI miskin itu karna korup.
Di reply om,
jangan se putus tu diskusi
Peace…
TABEA ALL,
sebagai tou minahasa yg biar cm skolah pagi tamat sore,seharusnya tau mo setampa suatu masalh dalam diskusi atau dalam hal apa saja….KALAU MASALH ORGANISASI GAREJA(GMIM,PANTEKOSTA,KGPM,MARANATHA,GBI,GPDI DLL)…BAHASLAH ITU DALAM LINGKUP ORAGINSASI GEREJA,KALAU MASALH PRIBADI BAHASLAH ITU SECARA PRIBADI…..SBB DARI SITU JUGA TONG BALAJAR DAN JADI TAU……MAR KAL ASAL BUNYI JO KONG SAMBARANG TADA……KONG DIA DA SKOLAH BIAR CM TAMAT SMA,ATO SD……MASIH STOU DIPERTANYAKAN KONG NENTAU MO TEMPATKAN DLM BERDISKUSI…..!KAL DISKUSI FEDERELISME…..CARI DATA TTNG NIDIA UNTUK BERARGUMENTASI DAN MEMAPARKAN PENGETAHUAN……BUKANG DISKUSI TTNG GMIM VS FEDERALISME….NDA COCOK…….HEHEHEHEHHEHEHEHE……JADI SLMT BERDISKUSI SESUAI MATERI…..
SALAM BAE….INE
ODOHHH OPA KOMANG SO BALAS TORANG P KOMEN SKARANG !!…
…OPA P UMUR SO 77 TAHUN TAPI MASIH BISA BACA TORANG P KOMEN….OPA P MATA MASIH HEBAT EHHH ..!
….NYANDA USAH MARAH-MARAH OPA !…SOMO LEBE ITANG ITU RAMBU OPA…SO PUTIH SAMUA TOH !!! HAHHA…BIAR AKANG PA DORANG DURHAKA PA ORANG TUA …
…MEMANG KATU SKARANG NKRI SO HARGA MATI NOH OPA !…CUMA SAPA TAU DARI SALAH SATU KONSEP GERAFIM ..BISA DI AMBIL DAN DI TERAPKAN DI MINAHASA KHUSUSNYA TORANG P DAERAH SULUT…
MEMANG SKARANG KALO MO DILIHAT MESKIPUN TORANG SO MASO DI ERA REFORMASI TAPI MASIH BANYAK HAL-HAL DI DAERAH MASIH TERBELAKANG …
TAPI CONTOH SEKARANG KITA SUDAH ADA OTONOMI DAERAH TAPI BANYAK SEKARANG YANG TIDAK TAU KONSEP DESENTRALISASI DAN OTONOMI…SDM ..KEUANGAN ..MANAJEMAN PELAYANAN PUBLIK KEWENANGAN..DLL..DAERAH PUN MASIH BANYAK YG KORUP..
…BERARTI KITA JUGA HARUS MEMIKIRKAN DAN BERTANYA APA SUDAH SIAP KITA UNTUK MENJADI NEGARA ATAU MENGGUNAKAN SYSTEM FEDERAL…!??..KALO BARU KONSEP OPA NYANDA APA NOH !
…TAPI KAN KONSEP FEDERAL INI SUDAH ADA DARI DULU DI DAERAH KITA…TAPI KENAPA SAMPE SEKARANG KONSEP ITU BLUM BISA JALAN DAN LAKSANAKAN …ITU DULU YANG KITA TANYA ?
..TERIMA KASIH OPA BERT..PANJANG UMUR TERUS ..
I YAYAT U SANTI..!
YTH REDAKTU =BERITA MANADO.COM=
TOLONG RESPONS SAYA DITERUSKAN KEPADA ORANG2 YANG TELAH MEMBERI KOMENTAR TERHADAP BERITA ANDA DIATAS MELALUI EMAIL MEREKA YANG ADA DALAM FILE ANDA. TERUTAMA UNTUK SI TOLE DAN SI YANG MENAMAKAN DIRI “RAKYAT MINAHASA”
….KEDUANYA SUDAH MENUDUH SAYA SECARA PRIBADI!!! TUDUHAN YANG SAYA ANGGAP SUDAH BERSIFAT KRIMINAL YANG HARUS MEREKA PERTANGGUNG JAWABKAN!!!
TRIMA KASIH BANYAK ATAS KERJA SAMA!!!
TERIMA KASIH BANYAK!!!
TRIMA KASIH BUNG SARTANA….SI MIMI KWA NYANDA MANGARTI ITU KONSEP FEDERAL UNTUK INDONESIA YANG BERASAL DARI MOH HATTA DAN SAM RATULANGI!!!
MIMI KWA MUSTI BLAJAR INTERNATIONAL KENAPA USA, INGGRIS, JERMAN, CANADA, AUTRALIA, SWISS, RUSIA, DENMARK, NEGARA2 SCANDINAVIA DAN…MALAYSIA ADALAH NEGARA2 MAKMUR KARENA MENGANUT SISTEM NEGARA DAN PEMERINTAHAN FEDERAL….SEDANGKAN INDONESIA SETELAH 66 TAHUN MERDEKA, TETAP SAJA MISKIN DAN KORUP NOMOR 5 DIDUNIA!!! HEHEHE!!!
BUNG ADANO….MEMANG KITA PE UMUR SO 77 TAHUN ….MAAR KITA PE SEMANGAT DAN FISIK MASIH SEPERTI NYONG2 UMUR 25 TAHUN.
MARI TORANG BAKU KOMPETISI DENGAN FAIR….SIAPA ITU LAKI2!!!
JANGAN PANDANG ENTENG DONG!!! ORANG MINAHASA BIASANYA MENGHORMATI ORANG TUA!!!
NGANA STOU KWA ADALAH ORANG DARI SONO …KANG???
BUNG BERTY….JANGAN TAKO!!! TORANG PERI KE WATU PINAWETENGAN BUKAN UNTUK MENYEMBAH KEPADA OPO2 JAMAN BAHEULA!!! wATU PINAWETENGAN DAN BURUNG MANGUNI SUDAH DIKUDUSKAN DAN DIBERKATI OLEH TUHAN KITA YESUS KRISTUS!!
SEBAB ITU SI BURUNG MANGUNI SUDAH JADI LOGO GEREJA MASEHI INJILI MINAHASA!!! TORANG AKAN PERGI BERDOA KEPADA ALLAH TRITUNGGAL DI WATU PINAWETENGAN SUPAYA PERJUANGAN GERAKAN FEDERAL INDONESIA DI MINAHASA DI BERKATI OLEH ALLAH TRITUNGGAL!
CUMA ITU BUNG BERTY!!!
KEPADA : 1. KAWANUA USA…2. BUNG FABIAN MANOPPO…3. BUNG TUAMA TI BALIKPAPAN…4. BUNG BAROL.5. BUNG KALENGKONGAN
TRIMA KASIH ATAS KOMENTAR KALIAN YANG KREATIF!
MEMANG DEMIKIANLAH YANG PERLU DISIMAK TENTANG IDE FEDERALISME UNTUK INDONESIA. SAYA HANYA MENERUSKAN WARISAN BERPIKIR SAM RATULANGI KEPADA TOU MINAHASA UNTUK MENJAGA JATIDIRI, HARGA DIRI DAN KREATIFITAS TOU DAN BANGSA MINAHASA JANGAN DIA DITELAN HABIS2AN OLEH PENGUASA2 POLITIK DAN EKONOMI DI JAKARTA DAN PULAU JAWA YANG SANGAT KORUP.
SAM RATULANGI BILANG SUPAYA TOU DAN BANGSA MINAHASA JANGAN JADI PENGEMIS (KURANG SEPERTI ORANG JONGKOK2 DAN PEGANG2 TOLOR SEPERTI ORANG DISONO)…!!!
ITULAH PESAN WARISAN SAM RATULANGI PA TORANG SKARANG!!!
SEKALI LAGI BUNG TOLE DAN RAKYAT MINAHASA……!!!
ORANG MINAHASA, DIA PE KARAKTER NYANDA BA SAMBUNYI!!
APA LAGI NGANA YANG MENAMAKAN TOLE….NGANA BUKAN TOLE MAAR BANCI…KAWEKAWE (orang makasar bilang)……HOMO…..!!!
PANAKO KASE TUNJUK NGANA PE IDENTITAS!!!
SIAPA SEBENARNYA DIBELAKANG KALIAN??? HARAP KASE TAU KAMARI, KONG DATANG DI KITA PE RUMAH DI KAKASKASEN TOMOHON, SABLA PARAKLETOS!!! KITA PE TELPON RUMAH 0431-351035!
DAN KITA MINTA KAMU LAPOR DI POLISI APA YANG KITA ADA RAMPAS DERI GMIM….KITA TUNGGU KAMU PE JAGO!!!
BUNG RAKYAT MINAHASA……DAN TOLE MINAHASA!!!,
KALAU KAMU TUAMA (LAKI2) KASE LIA KWA PA KITA KAMU PE DADA LALU MANGADA PA KITA. JANGAN KAMU MUNAFIK BASAMBUNYI DENGAN IDENTITAS TOLE DAN RAKYAT MINAHASA. SIAPA KAMU INI???
BILANG DENGAN JELAS KWA APA YANG KITA ADA RAMPAS DARI GMIM….???!!! MALAH KITA ADA SUMBANG DENGAN KERINGAT DAN PELAYANAN HIDUP SAYA UNTUK GMIM ….RUMAH SAKIT – SEKOLAH –
PANTI ASUHAN – UNIVERSITAS DLL.
KALAU JAGO KASE TUNJUK KAMU PE IDENTITAS!!! HEHEHE!!!
opa. . Banya orang mo dengar pa opa kalu opa bertobat. jujur dg mw rendah hati mengembalikan apa yg bukan opa punya. . .coba kwa jujur pa opa pe hati kecil . . .
Opa,
ba betul jo kwa,
kong jadi rupa zakheus,
se pulang jo kwa tu aset yang opa da rampas pa GMIM,
SO SORE INI OPA. . .
Tuhan Yesus Sayang pa opa
Opa,
bertobat jo kwa
kong jadi rupa Zakheus
kase pulang tu aset yg opa da rampas. . .
Opa pe hidop mo tenang. .
Ba butul jo kwa, opa. Supaya tete manis sayang pa opa. . . So sore ini opa.
TAI MINYA…..kyapa ngoni kira ini Propinsi sulut ngoni punya so…
OPA BERT KWA CUMA ADA TES PA NGONI …SO NGONI P KOMEN LEBE BANYAK DARI OPA BERT P DRAFT UNTUK GERAFIM…!
…OPA BARU MO BACA DI BATU BASAR …NGONI SO RIBUT..BAGIMANA LEI INI…
Tidak bisa di kompromikan dengan maksud lain dalam wujud apapun juga, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah final dan tidak bisa di obok-obok lagi oleh siapapun juga !!! Kalau pemerintahannya buruk ataupun jelek, perlu di luruskan dan olehs ebab itu adalah tugas dan tanggung jawab kita untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan tenteram dengan mengajak sesluruh elemen untuk bertindak memperingatkan pemerintah itu sendiri. jadi harus dipisahkan antara NKRI dan Pemerintah terlebih dengan pejabat-pejabatnya ….. terima kasih semoga di pahjami !!
Semua action pastio ada reaksi, jadi menurut kita sah-sah saja mo ada pemikiran yang seperti Senior kita ini, sekarang itu masyarakat Minahasa dan Sulut, so pande-pande…. karena dorang pe pande sehingga tu seluruh Pilkada, Pilkakam sampe Pala’ so mantappp sekali kang? Bukan cuma di struktur pemerintah, pelayan jemaat saja so rame hehehhehe sampe sampe di kolom so pake tim sukses. Jadi menurut kita toh pada akhirnya masyarakatlah yang memilih. Inilah torang pe proses belajar untuk dewasa di bidang kemasyarakatan dan perpolitikan di Sulut kususnya di tanah Toar Lumimuut. Banyak sekali Tonaas-Tonaas Wangker serta Tonaas lainnya, punya ide, cuma sekarang dorang mo bli ndak, masyarakat mo ambe ndak? Yang penting itu untuk kemakmuran bersama kita sangat mendukung, ada yang sentil Permesta? Apa salah itu permesta? Kalu ngoni baca bae-bae itu original reason why ada Permesta, itu for pemerataan pembangunan. So itu sekarang tu Pemerintah NKRI ja jalankan. Jadi itu ide Otonomi Daerah torang pe Tou Minahasa dulu so tapikir amper 50-60 tahun lalu, mar baru dorang beking itu sekarang. Dari segi ini apakah Permesta salah? Nggak, kita bangga bahwa banyak torang pe Orang Tua dulu pande-pande, Tou MInahasa bukang orang bodok-bodok… banyak orang pinter… Beking salah torang ada filsafat ‘baku cungkel’ atau filosofi ‘panjat pinang’ biar so injang orang pe muka, bahu dll, yang penting dapa tu hadiah di atas, abis itu tu hadia ambor2. Aslinya dulu waktu kita anak-anak, orang somo sampe di atas, dorang cungkel kong se jatung supaya orang/kelompok itu ndak dapa itu hadiah/posisi paling atas. What’s wrong? Mohon penjelasan.
mubazir bagi mimi, tidak bagi saya…lanjutkan dr. Bert
…UNTUK SEKARANG NKRI SO HARGA MATI OPA !…
…BIARLAH ITU MENJADI KENANGAN ANTARA KITA…
Pak Bert Supit, Sudah benar dan sangat diperlukan PENERAPAN NEGARA FEDERAL DI INDONESIA, Keuntungan, peluang dan benefit bangsa Minahasa
akan dirasakan pada tahun tahun mendatang, jalan jo torang samua dukung.
Ide yang mubasir, bukan jamannya lagi…Gak perlu meng-ekslusifkan diri. Sekarang saatnya org sulut untuk meningkatkan kompetensi (knowledge and skill). Tujuannya spy bisa bersaing secara internasional.
@ tole,@berty,@lamu,@pp,,,,,anda semua tinggal di manado dan minahasakan??jadilah raja kalian disana,,tetapi tahukah anda,,orang2 yang dari minahasa kalau mau berjuang,untuk karier baik pemerintahan maupun swasta di daerah khusus pulau jawa,kalimantan dan sulawesi bagia selatan,,di lirikpun tidak walau anda ber SDM VIP seperti yg anda katakan,,faktornya anda tau,,,pertama dan yang UTAMA karena K,,anda akan di lirik jika anda jadi mualaf,,yang kedua,,,ijin tempat ibadah khususnya gereja,,,sangaaaaaaaat dipersulit,,, dan ketiga,,,gereja yang sudah ada ijin bisa jadi sasaran pengrusakan,pembakaran,,dan keempat,,,ini yang anda tidak mengerti,,,torang orang kawanua perantauan sangat cinta minahasa,,di luar negeri ada kelompok yg bernama ACSU ( aku cinta sulawesi utara ),,,saya sangat mendukung perjuangan OM bert supit..ia mau memberikan yang terbaik bagi minahasa,dan saya percaya ini bukan masalah tentang NKRI,,tetapi lebih meningkatkan peran orang minahasa di pusat tanpa harus jual Jesus,,,berjuang trus OM BP jangan hiraukan omongan mereka yang tidak mengerti minahasa,,,jgn2 mereka juga tidak ngerti apa yang mereka ucapkan.. BRAVO minahasa.
best regards
TUAMA ti balikpapan
So tua om sayang.
Sudah jo kwa masoso.
Otonomi daerah adalah para-federalisme yang kini diakui pemerintah. Biar waktu dan sejarah yg memberi bukti kalau konsep Senior Bert Supit menjadi jawaban atas kesejajaran Indonesia.
Otonomi daerah saja menimbulkan gejala etnocentrisme, coba lihat rekrutmen PNS dialokasikan untuk suku pada kabupaten kota ybs, pejabat2nya, pemimpinnya harus putra daerah, belum lagi perda sektarian,, untuk tole2 muda dan keke2,, belajar jo bae2,, bersaing, kalu SDM klas VIP bukan cuma kls 1 dorang so nyanda lia suku apa, agama apa,, torang memenuhi kualifikasi utk itu,, tinggal perlu berjuang, belajar keras dan kerja keras,,GBU.
somo 17 agustus leh. NKRI selamanya!!!!
Yang dilarang di Indonesia jika makar ingin merdeka tapi kalau sekedar usulan untuk kedepan Indonesia-Sulut lebih baik kita tidak perlu Apriori dulu, coba baca di http://www. sulutiptek. com sedikit pencerahan mengenai “Local Goverment di Negara Kesatuan dan Negara Federal” yang paling dekat dengan kita adalah Malasia apakah mereka sudah bubar salah satu kekurangan dari Negara Kesatuan adalah terlalu sentralistik sehingga perkembangan menjadi lambat walaupun saat ini Indonesia berbentuk negara Kesatuan tapi dalam prakteknya kita sudah menerapkan sebagian prinsip2 Federal contoh daerah khusus Aceh, Jogya demikian juga dengan Desentralisasi sistem saat ini. Bukankah adanya suatu negara oleh karena ada kesepakatan dan tujuan bersama. Jadi sekedar wacana untuk menjadikan Indonesia lebih kenapa tidak boleh. Yang harus dicegah juga bagi para penggagas negara Federal adalah sifat Primodialisme berlebihan jadi tujuannya bukan untuk Indonesia-Sulut lebih baik tapi lebih kepada haus pada kekuasaan semata.
Jangan ada pemikiran untuk bertindak kepada hal-hal yang hanya akan menjerumuskan lagi rakyat Minahasa kepada penderitaan, federalisme sudah lagu lama, tidak perlu di kotak-katik lagi. NKRI adalah harga mati yang sudah tidak dapat di tawar-tawar lagi !!! Saat ini yang harus dipikirkan dan dilakukan adalah bagaimana mensejahterakan dan mencerdaskan rakyat di daialm segala aspek kehidupan !!
MINAHASA itu kecil nda usah aneh2,, tingkatkan kualitas SDM saja seperti para pendahulu, nda usah pamer otot,, percuma,, sekarang eranya kompetisi SDM, siapa pintar dia menang,, itu lebih cocok buat tou Minahasa,,pemikiran BS aneh dan menjerumuskan lagi Minahasa dalam Permesta part two.
BS kurang kerjaan, gagasannya aneh karena track recordnya diragukan, pasti gagasannya nda laku..
tole, lia2 jo kalu so muncul organisasi baru noh so terbukti ngana ada bilang….
mar, kita setuju skali tu ngana da blg mirip…..
Kalu ca bakomentar, hadir kua kong ikuti, spy nda jaga salah tanggapi
“Perjuangan indonesia timur bukan perjuangan orang kristen, perjuangan indonesia timur merupakan perjuangan budaya,” ujar Emi seorang NGO Wanita yang ikut hadir..
” Pernyataan yang sangat jujur/ FAIR. karena memang orang kristen tidak pernah disuruh berperang melawan ke-daging-an tapi berperang melawan roh-roh jahat.”
Hanya saya mau ingatkan kepada Bp. SUPIT dkk…untuk tidak mengajak suku minahasa untuk kembali lagi menyembah kepada opo-opo. Watu Pinabetengan adalah bukti sejarah yang patut di ketahui oleh seluruh bangsa Indonesia, juga DUNIA, teristimnewa suku minahasa tapi mungkin perlu ada pelurusan yangmana setelah mendengar injil keselamatan Suku Minahasa tidak lagi menyembah opo-opo tapi menyembah pada TUHAN YESUS yang sangat berkuasa melindungi suku minahasa (Lihat Roma 10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
Rom 10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
Rom 10:11 Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.”
Rom 10:12 Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.
Rom 10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.
Sebab itu di sulut, khususnya manado/ minahasa bisa terlihat Gereja2 yg sudah menjadi ICON dan di mana-mana, baik di seluruh tanah NUSANTARA dan juga di belahan DUNIA apabila orang minahasa memperkenalkan diri, mereka langsung melihat ke-KRISTEN-an.
Sekian dan selamat.
Salam bae,
Berty
Buat om BS, isu federalisme mirip isu syariat islam yang didengungkan oleh orang-orang yang didengung-dengungkan para komprador asing yang tujuannya adalah mencari keuntungan pribadi dengan menjual tanah air. Mereka (dengan LSM-nya) hanya mengharapkan dana bantuan dari donatur-donatur asing yang masih menghargai isu federalisme dengan dolar/euro/gulden. Siapa yang gak tahu sepak terjang BS mulai dari penguasaan aset-aset GMIM dijaman dia menduduki jabatan di yayasan-yayasan GMIM. Minahasa tidak butuh Federalisme, Minahasa butuh Pertobatan. Semoga!