Berita Utama

Ngantung: Soal Tapal Batas Harga Mati

Ngantung: Soal Tapal Batas Harga Mati
Ketua GEMA Mitra-Vidy Ngantung (foto beritamanado)

Ratahan – Berkaitan dengan adanya tiga opsi yang nantinya akan disampaikan Pemkab Mitra dalam lanjutan penyelesaian masalah tapal batas wilayah, Ketua GEMA Mitra Vidy Ngantung memberikan penegasan bahwa tiga opsi ini tidak diperlukan karena hanya akan ‘menawarkan’ posisi Mitra yang selama ini memiliki bukti-bukti kuat akan batas wilayah sesungguhnya yakni batas alam Sungai Buyat.

“Tidak ada istilah tawar menawar soal batas wilayah, batas alam sungai Buyat harga mati. Pemkab Mitra harus komit dengan batas yang sudah ada sejak beberapa tahun silam, apalagi kita memiliki bukti-bukti yang kuat tentang batas wilayah yang sebenarnya. Katakan saja ke Pemprov bahwa tiga opsi kita adalah batas wilayah sungai buyat. Tak perlu yang lain karna kita (Mitra, red) sudah menang,” tegas Ngantung kepada Beritamanado.com, Rabu (06/06).

Lanjut diungkapkannya, apa yang sudah ada saat ini harus dipertahankan pada pertemuan lanjutan dengan pemerintah provinsi. “Kita akui jika Pemkab menghormati apa yang dimintakan pak gubernur terkait tiga opsi toleransi. Namun kita harus tetap pada pendirian memberikan opsi bahwa batas wilayah adalah Sungai Buyat. Ini harga mati yang harus dipertahankan dilegasi pemerintah kabupaten Mitra,” kata Ngantung berapi-api.

Ngantung kemudian mengungkapkan jika pihaknya akan menjadi garda terdepan untuk memperjuangkan dan membela tanah leluhur Minahasa, sehingga tidak diganggu gugat bahkan diambil pihak manapun, apalagi Bolmong Timur.(dul)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara