
Manado – Tata kota ibukota Sulawesi Utara (Sulut), Manado dinilai oleh pengamat sosial kemasyarkatan Taufik Tumbelaka kumuh dan seperti Kota Jakarta. Ini disampaikannya saat berada di lantai 8 saat melakukan peninjauan Musprov KNPI Sulut.
“Sampah terlihat dari lantai ini, suasana kumuh langsung terasa. Ini seperti Jakarta kalau dilihat dari atas tempat tinggi,” ucapnya.
Diutarakannya, penataan kota ini memang amburadul dan perlu ada pembenahan dari pemerintah. “Memang tidak segampang membalikkan telapak tangan tapi itu yang harus dilakukan pemerintah kalau mau menjadikan kota ini tujuan wisata dunia,” pungkasnya, Rabu (25/4). (ceci/marc)

kumuhnya harus jelas dibagian mana,..jangan cuma bilang ‘terasa’.,,,.masa cuma lia dari lantai 8 terus dibilang kumuh.,,,.. haheho
@Franky Mocodompis
Sebenarnya pertanyaan itu kurang tepat, mungkin ini yg paling tepat “Kami sudah mempublish RTRW Kota Manado utk 5 Tahun kedepan di WWW. atau sudah kami publish di Media A atau B,” atau cara publish lain yang memungkinkan anda mengajukan pertanyaan “Pak Sam, sudah melihat hasil terakhir dari RTRW?”
Saya rasa Angky paham maksud saya diatas. Saya bukan PNS di tempat anda yang tahu ttg hasil terakhir dari RTRW, dan saya yakin banyak PNS yg disekitar anda yang PASTI tidak tahu hasil terakhir dari RTRW. pertanyaan yang sangat Ambigu dari seorang Staf Diskominfo.
Kalau pun ada hasil yg mungkin lebih mengarah ke pengaturan RTRW, fakta yg ada adalah :
1. Hal tersebut BARU AKAN dilaksanakan, dan kita tahu bersama progress dari pemerintah dalam melaksanakan hal tersebut cepat ataukah lambat?
2. Keadaan di lapangan saat ini masih amburadul. issue terakhir adalah RS Siloam yang dibangun di pusat perbelanjaan.
3. Mengatur RTRW bukan hanya sekejab mata. Apakah bangunan yang ada akan dipindahkan begitu saja? tapi secara instan bisa jadi kalau harapan bung ‘Je’ bisa terwujud (hehehe .. becanda)
Makanya Franky, Statement seperti saya dan pengamat lain yang melihat Kota Manado Amburadul itu sah – sah saja melihat kondisi lapangan yang ada.
TAPI seperti yang saya bilang diatas, semua belum terlambat asalkan Pemerintah kita tidak mudah dibeli oleh Pengusaha dan Cukong2 kaya yang bisa melaksanakan semuanya hanya dengan UANG serta Pemberantasan KORUPSI yang merata.
Semoga Franky Paham maksud saya.
Salam,
Sam
Pak Sam, sudah melihat hasil terakhir dari RTRW?
Pengamat sosial kemasyarakatan. Kita kurang da tunggu2 mo jadi pengamat sepakbola.
Kalau dilihat dari RTRW yang amburadul dengan tidak tertatanya ruang pelayanan public, pemerintahan dan perdagangan, maka memang Kota Manado adalah SALAH SATU KOTA KUMUH YANG BERKEMBANG.
kenapa dikatakan KUMUH? karena RTRW nya sangat tidak jelas, yg mana pusat pemerintahan, perdagangan, kesehatan dll. sehingga jalur transportasi kacau yang tidak disertai penyesuaian ruas jalan (Beking apa tu Ring Road?).
dikatakan BERKEMBANG, karena hal yang salah terus menerus di kembangkan … Haizzzz …
Sebenarnya belum terlambat untuk memperbaiki RTRW, cuma …. yah itu sob, mo Jakarta kek … mo Manado kek … samua Pemerintah dan Aparat SUDAH DIBELI oleh para Pengusaha dan Cukong – cukong kaya. sehingga walaupun sangat tidak pantas di bangun sesuatu bangunan tapi karena UANG yang bekerja … ADA SAJA ALASAN yang bisa dipakai .. Ckckckck
belum lagi masalah regulasi dan aturan yang bisa selesai “dibawah tangan”.
Doa Kami untuk Manado dan SULUT!
Salam,
Sam
Kota Manado 40 taong lalu, 30 taong lalu, 20 taong lalu, 10 taong lalu, apa depe beda?????
Memang dapa lia lebe maju & fasilitas lebe banya. Tapi itu sampah/kotoran bagimana????? RUTR?????
Bingo kita. Om Taufik bisa menyimpulkan dari mana sampe seperti mo bilang pemerintah tidak sementara berusaha menata dan memperbaiki Manado. Atau mungkin dia ingin Manado secara instan jadi sesuai kemauannya? Kalo bagitu, nanti Om Taufik berdoa akang jo supaya ada tsunami besar melanda Manado kong beking abis tu Manado, setelah itu nanti bangun ulang sesuai de pe mau…. weee….