MANADO – Sepak terjang Benny Rhamdani, yang hingga saat ini masih tercatat sebagai anggota DPRD Sulut mewakili Dapil Bolmong, utusan PDI-Perjuangan makin membuat kesal simpatisan dan kader Banteng Moncong Putih. Pasalnya, sikap dan tindakan Brani sapaan akrabnya selalu berlawanan dengan putusan DPP PDIP.
”Saya pikir dia bukan merupakan politisi yang patut menjadi contoh dan panutan. Kalau dia sudah tidak bisa mengikuti garis partai harusnya mundur dari keanggotaan di PDIP juga mundur di DPRD Sulut, sebagai utusan partai,” ujar Jacobus Limpong, Wakil Ketua PDIP Bumi Beringin, Kamis (17/02).
Menurutnya, beberapa kritakan Brani sebenarnya sempat menarik simpati kader PDIP, tapi setelah melihat perkembangan lanjutan di mana Brani terus melakukan perlawanan dengan apa yang sudah diputuskan partai, maka kami menilai ini sudah merusak tatanan di PDIP, sehingga tidak bisa lagi ditolerir. (abm)

go BRANI go………..he..he..he…
Secara teori, BRani sudah menunjukkan kemampuan ‘mempertahankan’ kekuasaan. Pragmatisme seorang BRani, kader PDIP yg mengusung cagub Demokrat, calon walikota PKPI, dan nanti calon bupati Golkar, menunjukkan kepiawaian seorang politisi. Tak etis memang. Tapi ‘that is a real politics’ kata senior saya. Entah, BRani yg disukai publik atau PDIP yg krg berhasil melahirkan banyak kader spt BRani?
Mundur terhormat, dan ketegasan partai (hak) untuk memecat…nda usah ancam2..langsung pecat.
memang tidak baik secara etika, makan dari PDIP tapi tidak mendukung keputusan partai sebaiknya mundur dari PDIP tanpa harus dipecat!